Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Satu Dokter Puskesmas di Kabupaten Sleman Bisa Layani hingga 8.000 Pasien, GKR Hemas Sebut Dokter Perlu Ditambah

Delima Purnamasari • Selasa, 3 Juni 2025 | 15:05 WIB

 

Anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas
Anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas
 

SLEMAN - Kabupaten Sleman mengalami kekurangan dokter yang bertugas di puskesmas. Kondisi ini dinilai bisa berpengaruh pada layanan yang diberikan pada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama membenarkan kondisi ini. Dia mencontohkan standar untuk 5.000 peserta BPJS setidaknya dilayani oleh satu dokter. Dengan standar itu maka satu puskesmas di Sleman mestinya memiliki tujuh dokter. Namun, saat ini baru empat hingga lima dokter yang tersedia.

"Jadi rasionya bisa satu banding 8.000 sampai 10.000," sebutnya Senin (2/6).

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena tidak ada rekruitmen dokter pegawai tidak tetap (PTT). Umumnya, mereka akan mengabdi di puskesmas selama tiga tahun. Sementara saat ini hanya ada mekanisme magang selama enam bulan di puskesmas dan enam bulan di rumah sakit.

"Otomatis jadi kehilangan banyak dokter. Jarang yang mau ke pelayanan primer. Maunya langsung lanjut sekolah lagi," katanya.

 Baca Juga: Keren, Dari Jeruji Motor Jadi Keris Bertuah: Puluhan Seniman Tempa Ikuti Pameran Reka Cipta #2 Bertajuk Lumur Wesi Aji

Cahya sendiri menyebut, kecukupan dokter sendiri baru 70 persen dari kebutuhan. Itu pun 20 persennya bukan merupakan ASN. Jumlah itu mencakup 25 puskesmas, rumah sakit, dan perangkat dinas kesehatan sendiri.

Padahal, permintaan untuk ketersediaan dokter semakin tinggi. Termasuk bagi program pemerintah pusat. Seperti cek kesehatan gratis, klinik merah putih, dan integrasi layanan primer.

"Fakultas kedokteran dan lulusannya nambah terus tapi enggak menambah isi puskesmas," keluhnya.

Cahya menjelaskan, tanpa ada kebijakan dari pemerintah pusat persoalan ini akan sulit diselesaikan. Pihaknya akan terus terbebani dalam mencari sumber daya manusia.

Sementara Anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menjelaskan, penambahan dokter ini jadi perhatian tersendiri. Terutama di wilayah Jawa yang penduduknya padat. "Kami coba menambah dokter yang ditugaskan di puskesmas agar bisa memadai," katanya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#anggota dpr ri #Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas #Cahya Purnama #kekurangan dokter #dokter #pegawai tidak tetap #Kabupaten Sleman #puskesmas #Dinas Kesehatan Sleman