Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Capaian Program CKG Sentuh 4 Ribu Orang, Warga Desa Masih Enggan Cek Kesehatan: Mayoritas Partisipan dari Wilayah Urban

Delima Purnamasari • Jumat, 30 Mei 2025 | 15:30 WIB
SEHAT: Peluncuran program cek kesehatan gratis di Sleman. Partisipasi CKG masih rendah, perlu dorongan dari semua elemen masyarakat.
SEHAT: Peluncuran program cek kesehatan gratis di Sleman. Partisipasi CKG masih rendah, perlu dorongan dari semua elemen masyarakat.

SLEMAN – Partisipasi masyarakat akan program cek kesehatan gratis (CKG) di Slemen masih minim.

Terutama di wilayah pedesaan, ini karena dipengaruhi oleh tingkat literasi yang masih rendah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Seruni Angreni Susila mengatakan, mayoritas penduduk wilayah pedesaan adalah kalangan lanjut usia (lansia).

Mereka masih merasa khawatir apabila diketahui penyakit yang diderita usai melakukan pemeriksaan.

"Jadi menggunakan konsep lama kalau dicek dan tahu penyakitnya nanti malah stres dan kepikiran," katanya, Kamis (29/5/2025).

Seruni mencatat, capaian partisipasi masyarakat pada program inisiasi pemerintah pusat itu baru 4 ribu orang yang mengaksesnya sejak diluncurkan 3 Februari lalu.

Sementara, ada 1,1 juta masyarakat Sleman yang menjadi sasaran program ini.

"Jumlah itu didominasi oleh puskesmas yang berada di wilayah urban," ujarnya.

Seruni menyebut puskesmas urban atau wilayah perkotaan itu beberapa di antaranya, seperti Depok, Ngaglik, dan Mlati.

Sementara untuk wilayah pedesaan jumlah partisipasinya masih kurang.

Menurutnya, minimnya kesadaran masyarakat desa ini perlu dorongan dari berbagai elemen masyarakat untuk bisa meningkatkan partisipasi CKG.

Baca Juga: Presiden Prancis Emmanuel Macron Kagumi Gagahnya Candi Borobudur, Bukti Kebesaran Peradaban

Dia menegaskan, ini adalah hak setiap masyarakat dan bentuk investasi di masa depan.

Terlebih, bagi mereka yang sudah memasuki usia senja dan kondisi tubuhnya rentan.

"Kami sering menemukan jemaah haji yang gagal berangkat karena penyakitnya baru ketahuan. Kalau dideteksi dini dan dikelola dengan baik bisa jadi hasilnya berbeda," ucap Seruni mencontohkan.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan, pemanfaatan masyarakat pada fasilitas CKG ini masih kurang.

Ini disebabkan rasa takut masyarakat saat mengetahui apabila ada penyakit yang diderita.

Cahya menyebut, saat ini fasilitas CKG tidak hanya bisa diakses saat ulang tahun saja. Masyarakat cukup mengakses platform SATUSEHAT dan mengisi kuesioner. Selanjutnya nanti akan diarahkan untuk datang ke fasilitas kesehatan.

"Kami berusaha agar manfaat CKG ini bisa dirasakan oleh semua masyarakat Sleman," tandasnya. (del/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#wilayah urban #program CKG 2025 #warga desa #dinkes sleman #partisipan #enggan cek kesehatan