SLEMAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sleman atau lebih dikenal sebagai Lapas Cebongan bukan sekadar tempat bagi warga binaan untuk menebus kesalahannya. Namun juga menjadi rumah yang memberi kesempatan kedua untuk berkarya.
Salah satunya adalah dengan hadirnya Jeruji Band. Grup musik ini beranggotakan tujuh orang warga binaan. Namanya merupakan akronim dari jera, berubah, terpuji, dan tidak bandel.
Pemain keyboard dan vokalis Jeruji Band Chris Andy menjelaskan, grup musik ini baru lahir pada 2024 lalu. Namun kini mereka sudah memiliki satu album berisi 10 lagu. Kini masih dalam proses penyelesaian akhir dan di Juni mendatang ditargetkan bisa diunggah di YouTube.
"Jadi ada yang vokal, main keyboard, gitar, bass, sampai kendang," katanya.
Andy menjelaskan, mayoritas lagu berisikan tentang kehidupan di lapas. Mereka yang hidup di dalamnya berusaha untuk mengubah kondisi ke arah yang lebih baik. Lirik lagu ini diciptakan oleh Kepala Lapas Kelas II B Sleman Kelik Sulistyanto.
Salah satu contohnya adalah lagu Prabaji yang merupakan akronim praktik baik dan terpuji. Ada juga lagu Sedari, akronim dari senandung dalam diri. Selain itu, Ladira Melati, akronim dari lahir di penjara menata laku dan hati.
"Ada juga lagu karya anak binaan berjudul Percaya dan Yakinlah. Ini jadi harapan kami nanti saat keluar lapas untuk bisa berubah," katanya.
Jeruji Band sendiri tidak terbatas pada satu genre. Mereka bisa menyanyikan lagu apa pun. Mulai dari religi, dangdut, lagu barat, lagu Indonesia, pop, sampai keroncong.
Mereka bahkan pernah tampil di Jakarta untuk mengisi acara dari kementerian. Sementara untuk unjuk gigi di tingkat kalurahan, kapanewon, hingga kabupaten juga bukan lagi hal yang asing. "Dari lapas selalu mempromosikan kami. Bahkan untuk acara pernikahan juga sudah ada yang melirik," katanya.
Andy menyebut, anggota band hampir berlatih setiap hari. Mereka diberi akses untuk mendengar musik dari YouTube dengan pengawasan dari pembina lapas. Sehingga, lagu-lagu terbaru bisa mereka ketahui.
Di sisi lain, Lapas Kelas II B Sleman ini juga turut memberikan fasilitas latihan. Mulai dari alat musik hingga pengeras suara.
Warga binaan yang memiliki minat dalam bermusik juga diajak. Sehingga, apabila ada anggota Jeruji Band yang sudah bisa keluar dari lapas bisa menggantikan.
Menurut Andy, dia sebenarnya bukan pemusik. Namun, latihan dari lapas ini membuatnya tertarik dan ingin terus berkarya. Apabila nanti setelah keluar lapas dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan, dia menyebut akan jadi penyanyi.
"Kami diberi kesempatan berkarya. Atas dasar itu kami tidak takut penilaian publik dan tidak mau kecil hati," tandasnya. (laz)
Editor : Heru Pratomo