SLEMAN - Christiano Pengarapenta Pengidahen disebut memiliki kegiatan yang padat sejak pagi hingga malam sebelum terjadi kecelakaan yang menewaskan mahasiswa Fakultas Hukum UGM. Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo menyebut kondisi ini memang dimungkinkan membuat tersangka lelah.
Edy menjelaskan, pada Jumat (23/5) tersangka mengikuti perkuliahan pada pukul 07.00 hingga 08.00. Setelah itu, melakukan olahraga sepeda, lanjut melakukan olahraga padel. Kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti perkuliahan pada sore hari.
Baca Juga: Sebanyak 200 Personel Polres Kulon Progo Diterjunkan dalam Pengamanan Kunjungan Presiden Perancis
Kegiatan tersangka berlanjut pada pukul 20.00 dengan bermain billiard. Lalu pergi main di indekos temannya dan baru kembali ke kontrakan pukul 23.30.
Baru pada Sabtu (24/5) pukul 00.40 tersangka berencana keluar dan terjadi kecelakaan pada pukul 01.00 di Jalan Palagan Tentara Pelajar, tepatnya di simpang tiga Dusun Sedan, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik.
"Dari keterangan tersangka ingin keluar jalan saja. Dia mengendarai mobil sendiri," tambah Edy.
no Pengarapenta Pengidahen disebut memiliki kegiatan yang padat sejak pagi hingga malam sebelum terjadi kecelakaan. Kapolresta Sleman menyebut kondisi ini memang dimungkinkan membuat tersangka lelah.
Edy menjelaskan, pada Jumat (23/5) tersangka mengikuti perkuliahan pada pukul 07.00 hingga 08.00. Setelah itu, melakukan olahraga sepeda, lanjut melakukan olahraga padel. Kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti perkuliahan pada sore hari.
Kegiatan tersangka berlanjut pada pukul 20.00 dengan bermain billiard. Lalu pergi main di indekos temannya dan baru kembali ke kontrakan pukul 23.30.
Baru pada Sabtu (24/5) pukul 00.40 tersangka berencana keluar dan terjadi kecelakaan pada pukul 01.00 di Jalan Palagan Tentara Pelajar, tepatnya di simpang tiga Dusun Sedan, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik.
"Dari keterangan tersangka ingin keluar jalan saja. Dia mengendarai mobil sendiri," tambah Edy. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita