SLEMAN - PT Mataram Tunggal Garment yang berlokasi di Donoharjo, Kapanewon Ngaglik mengalami kebakaran pada Rabu (21/5).
Namun, pada Selasa (27/5) terdapat titik api sempat kembali hidup.
Kepala Seksi Operasional dan Investigasi Bidang Damkar Sleman Nawa Murtiyanto menjelaskan, menerima laporan kejadian pada pukul 21.00.
Dia menyebut ini merupakan sisa dari kebakaran sebelumnya.
"Ini material garmen. Jadi bentuknya tumpukan material padat," katanya.
Menurutnya, pemadaman sebelumnya tidak bisa mengakses karena tertimbun reruntuhan atap.
Kondisi ini membuat penyemprotan jadi tidak sempurna.
Dia menyebut hal ini tidak terpengaruh meski sebelumnya sempat beberapa kali hujan.
Hal ini lantaran tumpukan material tidak ikut terbasahi.
"Kebakaran itu karena ada material, oksigen, dan sumber panas. Nah, ini sumber panasnya masih ada," tambahnya.
Nawa menyebut untuk pemadaman dilakukan selama 1 jam 47 menit.
Ada dua armada pemadam dan satu kendaraan suplai air yang diterjunkan. Untuk saat ini armada sudah ditarik kembali.
"Memang untuk garmen, kayu lapis, kompos sering terjadi seperti ini. Jadi ada penyalaan ulang," katanya.
Untuk saat ini juga telah dilakukan antisipasi. Sehingga, api yang muncul tidak bisa merambat secara lebih luas. (del)
Editor : Bahana.