Ratusan mahasiswa berkumpul dalam acara doa bersama dan tabur bunga untuk mengenang kepergian Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum UGM yang wafat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang melibatkan rekan sesama mahasiswa, Christiano Tarigan, sebagai pengemudi mobil.
Kegiatan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 20.30 WIB.
Para peserta mengenakan pakaian hitam sebagai simbol duka, serta membawa bunga dan lilin yang kemudian diletakkan di depan foto almarhum.
Momen tersebut menghadirkan kesedihan mendalam, terlebih saat bunga-bunga ditaburkan sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Ibunda Argo, Meli, turut menyampaikan pesan melalui sambungan Zoom.
Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa Argo tumbuh sebagai pribadi yang kuat dan penuh kasih, meski telah kehilangan figur ayah sejak usia muda.
Meski mengaku telah merelakan kepergian sang putra, Meli menegaskan bahwa proses hukum tetap perlu ditegakkan.
Hingga kini, pihak kampus menyerahkan semuanya kepada kepolisian untuk diusut dan memilih untuk tidak melakukan apapaun.
Di sisi lain, aparat kepolisian belum memutuskan siapa yang menjadi tersangka atas peristiwa yang terjadi.
Penulis: Adinda Fatimatuzzahra
Editor : Bahana.