SLEMAN - PT Mataram Tunggal Garment (MTG) yang berlokasi di Balong, Donoharjo, Kapanewon Ngaglik mengalami kebakaran pada Rabu (21/5/2025). Namun, Jumat (23/5/2025) pagi api sempat menyala lagi.
Komandan Regu I Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman Bayu Ibrahim Aji membenarkan api yang menyala lagi.
Namun, saat itu sudah terkondisi. "Ini memang sisa-sisa kemarin. Tidak berpotensi perambatan kebakaran yang lebih besar," katanya.
Meski demikian, Damkar Sleman kembali mengerahkan tiga unit mobilnya untuk memadamkan api yang kembali menyala itu.
Petugas memerlukan wakjtu sekitar 3,5 jam untuk pemadaman. "Dari jam 06.00 hingga 09.30," tambah Bayu.
Kebakaran PT MTG Rabu lalu terjadi sekitar pukul 03.00. Total ada 15 armada yang diterjunkan untuk memadamkan amuk si jago merah. Hingga sore hari petugas masih terus melakukan pendinginan.
Sementara itu, Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo menjelaskan, masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng juga telah diturunkan.
"Sejak kemarin kami sudah turunkan Labfor. Hari ini kami lanjutkan lagi untuk pengecekan asal sumber api," katanya Jumat (23/5/2025).
Edy menyebut penyebab pasti kebakaran harus menunggu dari tim Labfor ini. Pengambilan sampel yang akan diperiksa di laboratorium sendiri sempat terkendala.
Hal ini lantaran bagian bawah tumpukan material yang terbakar sempat menyala kembali.
"Jadi tim harus bekerja hati-hati. Untuk luas area yang terbakar nanti kami juga ukur. Termasuk nilai kerugiannya," tambahnya.
Polresta Sleman juga telah melakukan pemeriksaan saksi. Ada empat orang yang sudah diperiksa.
"Mereka dari warga setempat dan mungkin dari manajemen juga akan kami periksa," tambah perwira polisi dengan tiga mawar di pundak ini.
PT MTG merupakan rumah bagi 1.828 karyawan, sebagian besar perempuan. Saat ini mereka mesti dirumahkan sampai waktu yang belum ditentukan.
Ada rencana untuk sementara produksi dialihkan dengan meminjam bekas PT Primissima di Medari, Jalan Magelang Km 14, Triharjo, Sleman. (del/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita