SLEMAN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY menggelar sarasehan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 bertajuk Menjaga Semangat Kebangkitan Nasional di Era Transformasi Digital di Restoran Pringsewu, Rabu (21/5/2025).
Kepala Dinas Kominfo DIY HET Wahyu Nugroho menjelaskan, peringatan ini adalah momen yang tepat untuk melakukan penguatan kedaulatan digital seiring era teknologi yang terus berkembang.
"Masyarakat dan generasi muda harus tetap bisa membawa semangat kebangkitan nasional," katanya.
Diskominfo DIY telah melakukan berbagai upaya mewujudkan kedaulatan digital. Utamanya dengan pembangunan infrastruktur fiber optik berkualitas bagus.
Sampai saat ini tinggal 59 kalurahan yang belum tersambung dan ditargetkan rampung pada 2025 ini.
"Mayoritas memang ada di Kabupaten Kulon Progo. Ini karena tantangan struktur geografi," ujarnya.
Baca Juga: Datangi Pabrik, Pegawai PT. Mataram Tunggal Garment Berdoa Bersama untuk Rumah Kedua Mereka
Upaya lain yaitu dengan membangun regulasi melalui peraturan daerah tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Selain itu, membangun basis data yang bagus dengan Jogja Center sehingga mempermudah proses analisis.
"Ada juga program smart province itu jadi bukti penguatan digital di DIY," jelasnya.
Baca Juga: Pabrik PT Mataram Tunggal Garment di Ngaglik, Sleman Terbakar Tiga Kontainer Garmen Gagal Diekspor
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen mulai dari mahasiswa, komunitas, jurnalis, hingga instansi masyarakat.
Wahyu berharap melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan motivasi dan kesadaran kolektif. Utamanya dalam hal kedaulatan digital demi memajukan DIY dan Indonesia.
Sarasehan ini sendiri disi oleh tiga narasumber yakni dari Pemuda Pelopor DIY 2024 Nadea Cipta Laksmita, Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan Pusat Studi Pancasila UGM Hendro Muhaimin, dan Perwakilan BKKBN DIY Mustikaningtyas.
Hendro Muhaimin dalam paparannya menyebut, ada tantangan tersendiri dalam membangun semangat kebersamaan di era digital.
Hal ini karena banyak hal bisa didapat dalam satu genggaman gadget. Kondisi ini menyebabkan masyarakat lebih bersifat individualis.
"Di era serba cepat ini perlu inovasi melalui pengembangan sumber daya manusia dan teknologi berbasis kearifan lokal," terangnya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita