SLEMAN - Maguwoharjo International Stadium (MagIS) yang selesai direnovasi tidak hanya kembali bisa digunakan untuk tim PSS Sleman. Namun, juga sebagai lokasi untuk berjualan bagi para pedagang kaki lima (PKL).
Pembina PKL Maguwoharjo Muh Solichin menjelaskan, jumlah PKL yang berjualan di area MagIS mencapai 120. Saat tengah direnovasi, mereka pindah berjualan dihalaman ADITV. Mereka baru kembali berjualan di stadion pada pertengahan April lalu.
"Kami berjualan setiap Minggu dari jam 06.00 sampai 12.00," katanya saat dikonfirmasi Minggu (18/5).
Solichin menjelaskan, PKL yang tergolong UMKM ini diminta untuk membayar biaya Rp 2 juta untuk satu tahun. Ini termasuk untuk membayar sampah, listrik, fasilitasi penyiapan dan penyimpanan properti, hingga pelaksanaan acara khusus.
"Kami buat program weekend healthy jadi ada senam gratis. Ketika hari besar seperti Kartini kami bikin acara khusus dan ada doorprize," terangnya.
Sementara untuk non-UMKM yang juga ingin mendirikan stan, biayanya beragam. Menyesuaikan jenis usaha dan skala nasional atau internasional. "Setelah dikurangi biaya operasional dan retribusi ke stadion, sisanya masuk ke paguyuban," tambah Solichin.
Ke depan, dia berharap akan ada bantuan terkait pengeras suara maupun instruktur senam. Sehingga, biaya operasional bisa ditekan. Selain itu, fasilitas halal untuk para PKL yang berjualan agar bisa semakin naik kelas.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Stadion Maguwoharjo Sumali menjelaskan, pihaknya tidak menarik retribusi pada PKL. Dasar yang digunakan adalah pemanfaatan aset daerah. "Jadi dengan model sewa lahan per hari sebesar Rp 840 ribu," ungkapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita