Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sleman Punya 86 Kalurahan tapi Baru Ada Sepuluh Kalurahan Mandiri Budaya

Delima Purnamasari • Senin, 12 Mei 2025 | 03:44 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Edy Winary.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Edy Winary.

SLEMAN - Kalurahan budaya penting sebagai pusat pelestarian tradisi dan adat istiadat. Meski begitu, dari total 86 baru ada sepuluh kalurahan mandiri budaya di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Edy Winary menjelaskan, sepuluh kalurahan tersebut terdiri dari Tamanmartani, Sendangagung, Argomulyo, Sendangmulyo, dan Sinduharjo.

Lalu ada Bangunkerto, Girikerto, Margodadi, Wedomartani, serta Pandowoharjo.

"Untuk kalurahan budaya ada 14. Lalu sisanya adalah rintisan kalurahan budaya," katanya.

Edy menyebut, untuk kalurahan rintisan umumnya kegiatan budaya masih sebatas inventarisasi. Sementara pada tahap desa budaya sudah pada aktualisasi.

"Mereka yang memiliki upacara adat besar umumnya lebih mudah untuk naik peringkat," katanya.

Dia berharap agar masyarakat setempat bisa terus mengeksplorasi dan merevitalisasi postensi di wilayah masing-masing. Baik itu di bidang seni, sastra, hingga permuseuman.

Partisipasi ini dia nilai penting lantaran kemampuan dari pemerintah kabupaten juga terbatas. "Yang jadi catatan kami adalah apresiasi kunjungan baru regional," katanya.

Menurutnya, pengembangan kebudayaan yang tepat akan berdampak baik bagi masyarakat. Tidak hanya dalam bidang tradisi, tetapi juga peningkatan ekonomi.

Sementara itu, salah satu perajin batik asal Sleman Wiwik Tri menyebut, dalam pengembangan kebudayaan hal terpenting adalah adanya minat. Selain itu, rasa keingintahuan yang tinggi.

"Dalam pembuatan motif batik sendiri prosesnya natural dan bisa mengangkat potensi wilayah masing-masing," katanya. (del)

Editor : Herpri Kartun
#Budaya #upacara adat #adat istiadat