SLEMAN - Program satuan pendidikan aman bencana (SPAB) penting sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan di satuan pendidikan. Namun, di Kabupaten Sleman, baru ada 107 SPAB. Mulai dari tingkat TK sampai jenjang SMA sederajat.
Padahal, SPAB harus dimiliki semua sekolah. "Total sekolah di Sleman itu ada 1.400 sekian. Kami berproses pelan-pelan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan.
Makwan menyebutkan, SPAB ini penting untuk menilai kemampuan sekolah dalam melihat risiko bencana. Termasuk melakukan penyelamatan atau pertolongan apabila diperlukan.
Menurutnya, ada berbagai risiko bencana yang harus diantisipasi. Mulai dari gempa, letusan Gunung Merapi, korsleting listrik, sampai kebakaran.
"Termasuk dampak angin kencang. Tidak ada yang tidak rawan. Sekolah harus memperkirakan kalau terdampak," tegasnya.
Ada berbagai upaya yang umum dilakukan pada SPAB. Mulai dari memiliki saluran drainase yang bagus untuk mengantisipasi banjir, dan memiliki sumur resapan guna antisipasi kekeringan. Kemudian membangun gapura yang tinggi agar mobil pemadam kebakaran leluasa lewat, sampai konsisten memangkas pepohonan yang rimbun.
"Ketika nanti ada peningkatan bahaya, sekolah yang sudah SPAB harus mampu merespons," sebutnya.
Untuk mendapatkan status SPAB ini, ada pelatihan dan kurikulum yang harus diterapkan. Baik itu oleh guru, murid, hingga komite sekolah.
"Pemahaman risiko bencana itu yang kami ajarkan di SPAB. Semua harus tahu cara menyelamatkan diri," tandasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita