RADAR JOGJA - Universitas jadi tempat yang tepat untuk mengembangkan kemampuan akademis.
Hal inilah yang dilakukan oleh Naraya Ramadhani Padalas, mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) yang aktif mengikuti berbagai lomba.
Selama berkuliah di Jurusan Teknik Perminyakan, dia aktif mengikuti lomba. Termasuk di tingkat internasional. Fokusnya dalam bidang oil rig design.
"Saya lima kali mengikuti lomba tingkat internasional. Tiga kali menjadi first champion," kata perempuan yang akrab disapa Nara ini.
Dia menjelaskan, oil rig design competition adalah kompetisi untuk mendesain oil rig dengan berbagai kasus pengeboran dan perminyakan.
Para peserta diminta untuk mendesain oil rig yang bisa berfungsi di lapangan.
Para peserta membuat maket dan akan dicek ketahanannya. Maket oil rig ini juga akan diberikan beban, dicek kekuatannya saat diberi ombak, hingga saat ditimpa beban hingga 240 kg.
"Saya memang sangat kompetitif. Ikut lomba karena ingin menyalurkan pengetahuan teoritis yang saya pelajari di kampus ke dalam situasi dunia nyata," jelas mahasiswi semester enam ini.
Baginya, mengikuti lomba bertaraf internasional sangat penting. Hal ini lantaran industri migas umumnya berskala global dan melibatkan banyak pihak dari berbagai negara.
Di sisi lain Nara bermimpi bisa bekerja di luar negeri di perusahaan internasional.
"Saya merasa bisa melatih diri secara global, baik secara teknis, komunikasi, adaptasi, dan kerja tim lintas budaya," terangnya.
Salah satu strateginya untuk bisa memperoleh gelar juara adalah dengan banyak membaca jurnal.
Dalam seminggu setidaknya ada satu jurnal yang dia baca. Strategi yang lain mencari mentor profesional dan senior yang memiliki pengalaman untuk memperluas pengetahuan.
"Harus terstruktur dalam mempersiapkan lomba karena biasanya butuh waktu lama. Ada target mingguannya dan harus konsisten," katanya.
Walau demikian, dalam perlombaan yang pernah dia ikuti tidak serta-merta bisa meraih prestasi tertinggi. Rasa sedih jelas menghampiri. Namun, dia mengaku tidak pernah putus asa.
"Saya lakukan evaluasi dan pelajari faktor yang membuat kalah. Ini jadi motivasi ke depannya dan harus tetap semangat," tandasnya. (del/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita