Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pesawat Koala Air Kena Strike Bird di Bandara Adisutjipto, Penanganan Harus Selesai dalam 45 Menit Pascakecelakaan

Elang Kharisma Dewangga • Kamis, 1 Mei 2025 | 01:22 WIB

Petugas berupaya memadamkan api dan menyelamatkan penumpang pesawat Koala Air yang mengalami aircraft accident saat gelar latihan penangulangan keadaan darurat (PKD) di Bandara Adisutjipto, Depok, Sleman, Rabu (30/4). Latihan itu digelar untuk meningkatka
Petugas berupaya memadamkan api dan menyelamatkan penumpang pesawat Koala Air yang mengalami aircraft accident saat gelar latihan penangulangan keadaan darurat (PKD) di Bandara Adisutjipto, Depok, Sleman, Rabu (30/4). Latihan itu digelar untuk meningkatka
 

 

 

SLEMAN – Pesawat tipe ATR 72-600 milik Koala Air dengan penerbangan Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Adisutjipto Yogyakarta mengalami kecelakaan, Rabu (30/4) pagi. Penyebabnya karena bird strike atau serangan burung di mesin sebelah kanan.

 Pesawat dengan jumlah penumpang 54 orang dengan empat kru itu pun segera dilakukan penanganan oleh petugas di lapangan. Mobil pemadam hingga ambulans segera merapat melakukan evakuasi.

“Kalau kecelakaan pesawat maksimal 45 menit sudah selesai semua," kataGeneral Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Adisutjipto Yogyakarta Wibowo Cahyono Soekadi.

Itulah gambaran latihan penanggulangan keadaan darurat yang digelar PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Adisutjipto Yogyakarta menggelar latihan Rabu (30/4). Kegiatan ini merupakan upaya untuk menguji kesiapsiagaan dan kemampuan tanggap darurat seluruh personel. 

"Ketika kami coba saat gladi sudah bagus dan cepat. Untuk kebakaran lima menit sudah sampai di lokasi,” terangnya. 

Dia menjelaskan, selain simulasi evakuasi penumpang pesawat, juga digelar simulasi penanganan kebakaran gedung di terminal kedatangan domestik. Di sini ada tiga orang yang terluka.

"Kami lihat tingkat kecepatan dan pelaksanaan prosedur penanganannya," katanya. 

Dia menyebut, kegiatan ini rutin dilakukan setiap dua tahun sekali. Latihan dilaksanakan dengan skenario realistis dan sedetail mungkin. Mencakup evakuasi, pemadaman api, pertolongan pertama, hingga koordinasi tim dalam pengendalian situasi. 

 Latihan ini, kata dia, tidak hanya untuk menguji personel dan kesiapan fasilitas. Namun, jadi upaya menguji dokumen penanggulangan keadaan darurat bandar udara, dokumen program keamanan bandar udara, dan SOP lain yang berlaku. 

Baca Juga: Prediksi Barcelona vs Inter Liga Champions Kamis 1 Mei Kick Off 02.00, H2H dan Susunan Pemain, Blaugrana Siap Jegal Nerazzurri

 Wibowo menegaskan, hasil latihan ini akan jadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan prosedur yang ada. Sehingga, kalau pun terjadi keadaan yang tidak diinginkan maka dampaknya bisa diminimalkan. 

"Kegiatan ini tidak mengganggu operasional maupun layanan pengguna jasa Bandara Adisutjipto Yogyakarta," tandasnya. (del/pra) 

 

Editor : Heru Pratomo
#PT Angkasa Pura Indonesia #gm #pesawat #evakuasi #latihan #koala #bandara adisutjipto yogyakarta #ATR #Air #ambulans #Pemadam