SLEMAN - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029 Ibnu Basuki Widodo hadir di Kabupaten Sleman dalam rangka Ngobrol Anti Korupsi (NGOPI), Rabu (23/4). Kegiatan diselenggarakan di Pendopo Parasamya dengan mengundang berbagai tokoh masyarakat.
"Kami tidak hanya menindak korupsi saja. Namun, ada upaya pencegahan dan pendidikan," katanya.
Ibnu mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pendidikan bagi masyarakat. Harapannya bisa mencegah tindak pidana korupsi.
"Edukasi mengenai pencegahan korupsi itu bahkan harus dilakukan sejak PAUD," tegasnya.
Dia mengaku semua kasus korupsi menjadi atensi dari KPK, termasuk di Kabupaten Sleman. Dia berharap tidak ada gratifikasi, korupsi dalam pengadaan jasa, maupun pembukaan pegawai.
"Jadi mari bersama melakukan pemberantasan korupsi. Pemerintah Kabupaten Sleman juga harus mengindari pembuatan kebijakan yang merugikan," pesannya.
Baca Juga: Umat Katolik di Kebumen Gelar Misa Requiem untuk Paus Fraksiskus, Diikuti 300 Jemaat
Salah satunya dengan menghadirkan aturan yang mencegah korupsi. Ibnu mencontohkan dengan adanya digitalisasi dalam pembuatan dokumen masyarakat. Mereka tahu waktu dan biaya yang diperlukan tanpa harus lewat pejabat tertentu.
"Dengan pendidikan yang langsung seperti ini harapannya kasus korupsi bisa sepi," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto menjelaskan, salah satu visi utama bupati adalah melakukan reformasi birokrasi. Termasuk dalam pemberantasan korupsi.
"Kami melakukan upaya bersama dalam membangun kesadaran dari bawah," katanya.
Menurutnya, salah satu upaya pencegahan adalah dengan penerapan zona integritas. Selain itu, menghadirkan layanan publik yang transparan. "Kami menghendaki pemerintah yang bersih," tegasnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita