Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Banyak yang Hilang karena Erupsi, Kini Telah Ditemukan 70 Spesies Anggrek Merapi

Delima Purnamasari • Rabu, 23 April 2025 | 04:45 WIB

 

BERAGAM: Anggrek Merapi yang mulai bermekaran dengan berbagai warna bunga.
BERAGAM: Anggrek Merapi yang mulai bermekaran dengan berbagai warna bunga.
 

SLEMAN - Anggrek Merapi jadi salah satu tanaman yang terdampak oleh erupsi Gunung Merapi pada 2010. Namun, kini jumlahnya berangsur-angsur mulai bertambah. 

Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Wahyudi menjelaskan, sebelum erupsi terdapat 90 jenis Anggrek Merapi. Jumlahnya sempat menurun hingga 50 spesies, tetapi kini telah meningkat hingga 70 jenis.

 Baca Juga: ORI DIY Sebut Ada Potensi Penyelewengan Uang Sistematis dan Terstruktur, Minta Pempov Segera Turun Tangan

"Primadonanya Anggrek Vanda Tricolor Merapi yang tidak ditemukan di tempat lain," katanya. 

Wahyudi menegaskan, seluruh tumbuhan yang ada di taman nasional dilindungi. Namun, secara spesies anggrek hanya ada satu atau dua saja yang dilindungi. 

"Kalau mau dijualbelikan harus lewat mekanisme budi daya nanti di luar kawasan. Jadi nanti anggreknya memenuhi syarat," tambahnya. 

 Baca Juga: Pemadaman Listrik Lur!! Sebagian Wilayah Yogyakarta Rabu 23 April 2025 Akan Mengalami Pemadaman Listrik, Berikut Sejumlah Lokasinya

Dia menyebut, anggrek ini tumbuh dengan sesuai caranya masing-masing. Ada yang menempel di pohon inang, di batu, hingga tumbuh di tanah. 

"Kalau yang di tanah memang rawan pencurian. Jadi kami terus lakukan patroli dan pembinaan masyarakat sekitar kawasan," katanya. 

 Baca Juga: Pecinta Marshmallow Wajib Perhatikan Ini! BPOM Temukan 9 Marshmallow Mengandung Babi, Termasuk Sudah Bersertifikat Halal, Ini Dia Daftarnya

TNGM sendiri turut mendukung tokoh-tokoh lokal yang melibatkan diri dalam konservasi ini. Salah satunya dengan memberikan bantuan green house. 

 

"Jadi melindungi anggrek yang kami temukan untuk dilakukan perbanyakan. Sebagian kami lepas di alam," tambahnya. 

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Pelestari Anggrek Merapi Endah Sri Widiastuti menjelaskan, upaya pelestarian memiliki siklus yang panjang. Dari pembibitan, penanaman, hingga budi daya. "Jadi bukan hal yang sederhana. Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak," katanya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#dilindungi #tngm #budi daya #spesies #Gunung Merapi #tanaman #Terdampak #Balai Taman Nasional Gunung Merapi #Erupsi #jenis #konservasi #Anggrek Merapi