Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Muntahkan 14 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Kali Sat, Kali Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak Sejauh Dua Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 22 April 2025 | 10:58 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati Guguran lava sebanyak 14 kali ke arah Kali Sat/Putih kali Bebeng Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.  

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Senin 21 April 2025 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan. 

Angin bertiup tenang, dan lemah ke arah barat, dan timur. 

Suhu udara 18.2-26.1 °C, kelembaban udara 72.8-99.1 %, dan tekanan udara 872-971.9 mmHg. 

Volume curah hujan 14 mm per hari. 

Gunung Merapi kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 20-25 m di atas puncak kawah. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2020. 

Baca Juga: Dewan Minta Hasil Opsen Pajak Kendaraan di Kebumen untuk Optimalisasi Infrastruktur

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#lava pijar gunung merapi #Gunung Merapi di Sleman #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi