SLEMAN - Pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) sempat akan ditunda hingga bulan Oktober. Namun, akhirnya bisa berjalan sesuai rencana awal. Termasuk di Kabupaten Sleman.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman Budi Pramono menjelaskan, memang sempat ada instruksi untuk penundaan dari pemerintah pusat. Namun, akhirnya diperbolehkan.
"Jadi kami sesuai rencana awal memang April. Kebetulan ini yang paling pertama di DIJ. Kami ingin agar status mereka segera jelas," kata Budi saat kegiatan penyerahan surat keputusan pengangkatan CPNS Selasa (15/4).
Dia menjelaskan, CPNS yang masuk formasi tahun 2024 ini terdiri dari 144 orang. Terbanyak ada di Inspektorat dengan 19 orang.
Saat itu pendaftaran dilaksanakan 20 Agustus hingga 10 September. Diikuti 6.328 pelamar, sehingga perbandingannya dengan formasi mencapai 1:43.
"Hasil seleksi administrasi menyatakan ada 5.556 orang yang berhak mengikuti seleksi kompetensi dasar," katanya.
Setelah itu, terdapat 396 orang yang dinyatakan lulus passing grade dan berhak mengikuti seleksi kompetensi bidang. Selanjutnya, diperolehlah 144 orang yang lulus ini.
"Dari 147 formasi yang dibuka, ada tiga yang kosong karena tidak ada pelamar," tambah Budi.
Dia menyebut, formasi tersebut berasal dari jalur disabilitas. Terdiri dari arsiparis terampil di dinas kesehatan dan Satpol PP. Serta pranata sumber daya manusia di RSUD Sleman.
"Proses seleksi menggunakan computer assisted test bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara," tambahnya.
Dia menyebut para CPNS ini akan masuk pada bulan Mei. Diikuti dengan berbagai proses pendidikan dan pelatihan.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya berharap, para CPNS ini menjadi pegawai yang benar-benar mampu melayani masyarakat. Ketika ada tanggung jawab, maka bisa langsung dikerjakan.
"Jangan keburu pulang. Memang tidak mudah, tapi insya Allah bisa," pesannya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita