Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Evaluasi Tol Fungsional Prambanan-Tamanmartani untuk Kelancaran Lebaran 2025, Pengemudi Keluhkan Rekayasa Lalin Harus Masuk Kampung

Delima Purnamasari • Senin, 14 April 2025 | 16:10 WIB

 

Exit Tol Tamanmartani yang dibuka fungsional saat libur Lebaran 2025 lalu.
Exit Tol Tamanmartani yang dibuka fungsional saat libur Lebaran 2025 lalu.

RADAR JOGJATol Prambanan-Tamanmartani dibuka secara difungsional 24 Maret-27 April 2025 dalam rangka mendukung lalu lintas libur Lebaran. Apa keluhan pengguna jalan yang melewati tol ini, bagaimana evaluasi dinas perhubungan dan Satlantas Polresta Sleman?

Tak sedikit pengguna jalan yang mengeluhkan adanya rekayasa lalu lintas saat melewati tol fungsional ini. Yakni ketika mereka harus melewati jalan kampung.

Salah seorang warga Jogjakarta yang menggunakan tol fungsional ini adalah Kevin Oktanaya Salman. Dia mengaku melewat exit Tol Tamanmartani sebanyak tiga kali dengan kesan berbeda-beda.

Pada 1 April dia menyebut terjadi kemacetan mengular hingga daerah Dusun Dayakan. Kondisi ini turut membuat kendaraan warga sekitar sulit beraktivitas. "Lajur kanan dan kiri penuh mobil yang berasal dari exit Tol Tamanmartani," katanya.

Dia menyebut kala itu pihak kepolisian mengatur lalu lintas secara bergantian. Misalnya kendaraan yang keluar dari exit tol didahulukan, lalu nanti dihentikan secara bergantian dengan arah yang menuju utara atau selatan.

"Jalur yang dari utara ke selatan sempat alihkan ke jalur rumah warga agar tidak menuju arah exit tol untuk bisa mengurangi kemacetan," tambahnya.

Kevin menyebut kondisi itu membuat macet. Waktu tempuh yang biasanya 10 hingga 15 menit menjadi 20 sampai 30 menit.

Sementara pengalaman kedua dan ketiganya menggunakan tol fungsional ini pada 5 dan 6 April. Saat itu kemacetan sudah mulai berkurang karena kendaraan menuju arus balik.

"Polisi sudah tidak menetapkan sistem buka tutup atau bergantian untuk melewati jalur exit tol itu," terangnya.

Walau demikian, Kevin menerangkan untuk jalur utara ke selatan masih dialihkan ke jalan desa. Nantinya kendaraan tembus ke jalan setelah exit tol, sehingga tidak menyebabkan kemacetan.

"Di sana warga sekitar ada yang membawa kotak untuk para mobil yang ingin melintas. Sifatnya sukarela dan tidak memaksa," tambahnya.

Kevin menilai rekayasa kepolisian tidak membingungkan karena layanan yang informatif. Jadi setiap kendaran ditanyakan tujuannya dan diarahkan jalan yang direkomendasikan untuk menghindari macet.

"Tetap diarahkan walau blusuk dan jalan yang dilewati tidak halus serta rusak," tambahnya.

Kevin sendiri justru menyoroti pembukaan tol fungsional ini bagi warga sekitar. Hal ini lantaran banyak kendaraan berat bermuatan berat turut serta dialihkan. Kondisi ini berpotensi merusak aspal dan menyebabkan debu.

"Saat hujan jalan yang berlubang menjadi tidak terlihat ketika air menggenang. Jadi membahayakan," tambahnya.

Dia berharap ke depan agar proyek tol bisa dirampungkan dahulu sampai benar-benar terhubung. Kalau belum, lebih baik exit tol ini jangan dibuka secara fungsional.

"Kalau pun dibuka setidaknya jalur yang akan di lewati itu di perbaiki dan diperluas, macetnya bukan main," tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Tegalrejo Wahyu Setiawan menyebut, pembukaan Tol Fungsional Prambanan-Tamanmartani memang membuat banyak kendaraan masuk ke jalan desa.

Kondisi ini membuat warga harus ekstra hati-hati saat masuk atau keluar kampung. "Apalagi warga sendiri yang pakai sepeda motor banyak," katanya.

Walau demikian, dia turut membenarkan sebagian warga membua posko darurat untuk mengarahkan kendaraan yang bingung. Dalam sehari mereka bisa mendapatkan uang hingga Rp 200 ribu.

"Awalnya tau-tau ada yang ngasih. Berarti rezeki kami karena sudah membantu," ucapnya. (del/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#evaluasi #kendaraan #Tol Tamanmartani #tol fungsional #exit tol #Lalu Lintas #Dinas Perhubungan #Tamanmartani #Tol Prambanan #satlantas polres sleman #Jalan Kampung #Jogjakarta #lebaran