SLEMAN - Kegiatan Sleman Temple Run akan kembali digelar pada 10 Agustus 2025. Dalam penyelenggaraan tahun kesepuluh ini para peserta akan diajak menjelajahi Candi Ratu Boko.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, hal tersebut jadi faktor yang membedakan gelaran Sleman Temple Run tahun ini. Sebelumnya, para peserta lebih banyak diajak menjelajahi Candi Prambanan.
Baca Juga: Dampak Lesunya Pariwisata di Kabupaten Bantul, Hotel Terapkan Unpaid Leave
"Pemandangannya saat sore hari itu luar biasa. Ini sangat potensial. Harapannya nanti kunjungan Candi Ratu Boko bisa mengejar Candi Prambanan," katanya Rabu (9/4).
Ada berbagai candi lain yang akan dilewati para peserta. Mulai dari Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Miri, hingga Candi Ijo.
Zayid mengatakan, katagori acara terdiri dari lari 7 kilometer, 15 kilometer, dan 30 kilometer. Sleman Temple Run sendiri telah mendapat rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia dan terdaftar di International Trail Running Association.
"Target peserta kami lebih dari 1.000 orang," katanya.
Dia berharap agenda sport tourism ini dapat menjadi jalan promosi wisata Bumi Sembada. Selanjutnya, memberi dampai signifikan pada ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Race Director Sleman Temple Run 2025 Roostian Gamananda menyebut, pendaftaran bisa dilakukan mulai 19 April. Setiap peserta akan mendapat berbagai fasilitas, seperti snack, makan siang, dokumentasi, medali, hingga jaminan asuransi.
"Target kami para peserta bisa dapat esensi dari candi itu sendiri. Konsep tiap-tiap candi itu yang ingin kami angkat," tambahnya.
Analis Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Putu Dananjaya menyebut, untuk sebuah kegiatan satu dekade maka standar yang dikenakan bukan hanya pengenalan cagar budaya. Namun, sudah pada tingkatan menarik partisipasi pelestarian.
"Jadi nanti bisa ditampilkan kesenian atau pun pengetahuan tradisional," katanya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita