Kondisi ini membuat warga Dusun Tegalrejo, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan membuka posko petunjuk arah darurat.
Salah satu penjaga posko Wahyu Setiawan menjelaskan, pembukaan posko ini sebenarnya spontanitas saja. Hal ini lantaran banyaknya kendaraan yang masuk dan mengalami kebingungan.
"Niatnya membantu saja, apalagi warga sendiri yang pakai sepeda motor banyak," katanya saat ditemui ketika menjaga posko, Jumat (4/4).
Dia menyebut, pengendara yang lewat kerap kali kebingungan arah. Sehingga, warga membantu mengarahkan.
"Kadang ada yang diarahkan juga lewat Google Maps lewat jalan kampung," tambahnya.
Wahyu menyebut, kendaraan yang dibantu kerap kali memberikan uang receh. Dalam sehari warga bisa mendapat penghasilan hingga Rp 200.000.
"Awalnya tau-tau ada yang ngasih, berarti rezeki kami karena sudah membantu," ucapnya.
Posko darurat ini sendiri sudah berdiri tiga hari. Mereka buka sejak pagi hingga sore hari.
"Kendaraan bingung mau kemana karena ada penyekatan di beberapa titik. Kami bantu agar tidak bentrok dan melancarkan lalu lintas," tambahnya.
Warga mengaku keluhan utama mereka sebatas pada saat ingin masuk atau keluar kampung. Mereka jadi harus lebih berhati-hati karena banyak kendaraan yang lalu-lalang.
Berdasarkan pantauan Radar Jogja di posko darurat, kendaraan banyak yang tiba-tiba berhenti untuk bertanya.
Selain itu, mempertimbangkan apakah kendaraan yang dibawa cukup untuk masuk lewat terowongan bawah tol atau tidak.
Kondisi jalan kampung sendiri pada beberapa sisi berlubang. Selain itu, saat di dalam terowongan Tegalrejo jalan masih berupa tanah.
Sementara itu, Perwira Lapangan Posko Tol Tamanmartani Dishub DIJ Taufik Sukmawan menjelaskan, pengarahan ke jalan kampung ini merupakan imbas pemberlakuan satu arah untuk kendaraan yang mau memasuki Tol Fungsional Tamanmartani.
Rekayasa ini dilakukan situasional.
"Jadi diterapkan satu arah dari selatan. Untuk hari ini dilakukan sejak pukul 09.00, ketika dibuka tadi awalnya dua arah," jelasnya.
Dia menyebut kendaraan dari arah utara dibelokan ke jalan kampung. Namun, hanya sekitar 500 meter lalu melalui jalan bawah tol dan bisa ketemu jalan nasional lagi.
"Kalau ketemu dua arah padat sekali. Mereka yang bingung rekayasa ini karena banyak berasal dari luar daerah," terangnya.
Taufik berharap warga setempat bisa memaklumi. Hal ini lantaran pengendara ini juga merupakan saudara yang ingin merayakan lebaran di kampung halaman. Mereka tentu ingin mencari jalan yang masih bisa dilalui.
"Tapi ini juga memberi dampak positif bagi warga. Mereka bisa jualan minuman karena lewat jalan kampung," tambahnya.
Untuk data kendaraan arus balik pada Kamis (3/4) lalu yang masuk melalui Tol Tamanmartani sendiri mencapai 8.605. Kepadatan tertinggi terjadi pada pukul 10.00-11.00 sejumlah 948 kendaraan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Arip Pramana meyebut, fungsional Tol Tamanmartani ini penting untuk mengurangi beban Jalan Jogja Solo.
Selain itu, membantu mengurai kepadatan di gerbang pintu Tol Prambanan.
Disinggung soal kendaraan yang masuk ke jalan kampung, Arip menyebut ini bagian dari manajemen.
Namun, dia mengakui memang daya dukung jalan masih kurang, apalagi volume kendaraan bisa tiga kali lebih padat dibanding hari biasa.
"Saya sampaikan permohonan maaf pada masyarakat terutama karena jalan desa yang dilewati," ucapnya. (del)
Editor : Bahana.