Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penurunan Stunting Jadi Prioritas Utama dalam RPJPD Sleman Periode 2024-2045

Delima Purnamasari • Selasa, 1 April 2025 | 01:00 WIB

 

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman Wildan Solichin
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman Wildan Solichin
 

SLEMAN - Penuntasan masalah stunting atau tengkes menjadi salah satu prioritas Kabupaten Sleman. Hal ini turut tertuang dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Kabupaten Sleman 2024-2045.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman Wildan Solichin. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 prevalensi balita stunting di Sleman sendiri sebesar 12 persen. Sementara Provinsi DIY mencapai 18 persen. 

 Baca Juga: Polres dan Kodim di Kebumen Buka Penitipan Kendaraan Gratis, Aman Akan Dijaga 24 Jam

"Upaya percepatan penurunan stunting tetap harus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya. 

Apabila meninjau data pemantauan status gizi melalui elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM), pravalensi stunting di Sleman mengalami penurunan. Dari tahun sebelumnya 4,51 persen, menjadi 4,41 persen pada 2024.

 Baca Juga: Mengenal Arya Yudha Mahardika, Berhasil Raih Juara Lomba Mendongeng Berbahasa Prancis

Stunting tidak hanya menjadi permasalahan kesehatan, tetapi juga berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia di masa depan," tegas Wildan. 

Pendekatan yang digunakan dalam penanganan stunting sendiri akrab disebut delapan aksi konvergensi. Dimulai dari analisis situasi, membuat rencana kegiatan, hingga rembug stunting. Kemudian pembuatan peraturan bupati tentang peran desa, pembinaan kader, melakukan sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi, hingga reviu kinerja. 

 Baca Juga: Tawur Agung Proses Penyucian Alam Semesta Akan Dihadiri Gibran Rakbuming Raka

"Pemerintah terus berupaya menurunkan angka stunting melalui berbagai kebijakan terpadu,” ujar Wildan.

Hal senada turut diungkapkan Sekretaris Daerah Sleman Susmiarto. Dia mengatakan, melalui evaluasi capaian program dan penyusunan strategi baru diharapkan angka stunting di Kabupaten Sleman dapat terus menurun secara signifikan.

 

 

"Dari bupati dan wabup juga ada program prioritas Bergas Waras Cerdas. Ini mencakup jaminan gizi seribu hari pertama kehidupan serta peningkatan layanan kesehatan," jelasnya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#evaluasi #masalah #Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah #survei kesehatan indonesia #Provinsi DIY #Sleman #Permasalahan #DP3AP2KB #status gizi #prioritas #Kesehatan #layanan kesehatan #Penuntasan #Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat #Stunting #EPPGBM #Kabupaten Sleman #RPJPD #Prevalensi #Tengkes