Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Banyaknya Tempat Karaoke Jadi Penyebab Meningkatnya Faktor Risiko Penularan HIV/AIDS di Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Selasa, 1 April 2025 | 00:05 WIB

 

 

PENOLAKAN: Warga memasang banner sebagai tanda menolak adanya tempat karaoke di Triharjo, Wates, Sabtu (15/2/2025) malam.
PENOLAKAN: Warga memasang banner sebagai tanda menolak adanya tempat karaoke di Triharjo, Wates, Sabtu (15/2/2025) malam.
 

KULON PROGO - Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kulon Progo terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tren ini disebabkan adanya peningkatan faktor risiko penularan akibat banyaknya tempat karaoke.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami menyebut, jumlah orang dengan HIV/AIDS per Desember 2024 mencapai 296 penderita. Dari jumlah tersebut, 74 di antaranya adalah kategori AIDS atau stadium akhir dari HIV. 

"Memang tidak signifikan, tetapi faktor risiko penularan perlu ditanggulangi," ucap Budi, Sabtu (22/3).

Budi menjelaskan, terdapat tiga faktor utama penyebab naiknya faktor risiko penularan HIV/AIDS. Di antaranya mobilitas pekerja di Kulon Progo, berdirinya tempat karaoke, dan munculnya populasi mahasiswa atau anak muda yang terindikasi laki-laki suka laki-laki (LSL).

Namun, salah satu faktor yang cukup berkontribusi dengan kenaikan kasus yaitu munculnya tempat karaoke. Disebutkan, tempat karaoke ilegal biasanya menjadi sarana munculnya populasi baru penderita HIV/AIDS. Karena berpotensi menjadi ladang prostitusi.

"Penemuan kasus paling banyak di Wates, karena pusat kota dan banyak ditemui tempat hiburan malam," ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan tempat karaoke menjadi dampak domino yang luar biasa. Lantaran, faktor mobilitas masyarakat juga menjadi penguat dampak dari keberadaan tempat karaoke. Tak hanya itu, banyaknya pendatang dan mahasiswa dari luar daerah juga memperparah kondisi tersebut. Sebab, mereka belum tentu telah melewati screening kesehatan.

Menanggapi perihal tempat karaoke, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kulon Progo Alif Romdhoni membenarkan adanya temuan tempat karaoke ilegal. Berdasarkan pemantauan pihaknya, ada delapan tempat karaoke ilegal.

"Tersebar di Kapanewon Wates, Temon, dan Pengasih," ujarnya.

Selain ilegal dari sisi administrasi, tempat karaoke di Bumi Binangun cukup mengganggu masyarakat. Sebagai contohnya adalah Karaoke Blass yang dikeluhkan masyarakat Triharjo. (gas/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#aids #tren #faktor risiko #Mahasiswa #hiv #penularan #Satpol PP Kulon Progo #populasi #Kesehatan #Prostitusi #tempat karaoke #kabupaten kulon progo #HIV/AIDS #wates #stadium akhir #screening #kasus