Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengembangan Pariwisata Sleman Sisi Barat Masih Jadi PR Besar bagi Dinas Pariwisata, Desa Wisata Potensial untuk Dikembangkan

Delima Purnamasari • Minggu, 30 Maret 2025 | 15:05 WIB

 

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid

SLEMAN - Sektor pariwisata masih ditopang oleh Sleman sisi timur dan utara. Sementara pengembangan di sisi barat masih jadi pekerjaan rumah bagi dinas pariwisata. 

 

Hal ini selaras apabila melihat capaian kinerja dinas pariwisata pada 2024. Sebab destinasi favorit wisatawan nusantara masih seputar Candi Prambanan, Jeep Merapi, Kaliurang, Tebing Breksi, hingga Kaliadem. 

 Baca Juga: Dinantikan sejak Januari, Akhirnya Nelayan Pesisir Selatan Bantul Bisa Berlebaran dengan Hasil Panen Bawal Laut

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, membagi kue pariwisata ini memang sebuah pekerjaan besar. Terlebih, Sleman sisi barat mayoritas merupakan wilayah pertanian berkelanjutan. 

"Ini terkait tata ruang jadi tidak semudah itu," ucapnya. 

 Baca Juga: Dipastikan Bebas Lubang Jelang Lebaran, Seluruh Jalan Nasional di DIY Aman Dilewati Pemudik

Perlu diketahui, Sleman sisi barat sendiri terdiri dari beberapa wilayah. Meliputi Kapanewon Godean, Minggir, Seyegan, dan Moyudan. 

Zayid menyebut, salah bentuk wisata yang paling memungkinkan adalah desa wisata. Namun, hal tersebut harus tumbuh dari keinginan masyarakat setempat. 

"Perlu adanya pengembangan community tourism," ucapnya. 

 

Menurutnya, pendirian desa wisata setidaknya membutuhkan waktu tiga sampai empat tahun. Apabila sebelum waktunya tokoh terkait tidak konsisten umumnya desa wisata rintisan akan redup kembali. 

 

"Kuncinya memang ada pada pengurusnya," tambahnya. 

 Baca Juga: Kasus Ledakan Petasan selama Ramadan di Sleman, Mayoritas Korban Luka Anak-Anak

Meski demikian, pengembangan pariwisata di sisi barat ini memang semakin penting. Hal ini mengingat wilayahnya yang juga dilintasi oleh jalan tol. Sehingga, jangan sampai wilayah Bumi Sembada ini hanya jadi tempat perlintasan semata. 

"Keberadaan tol ini harus jadi salah satu faktor pendukung," tegasnya. 

Dia menambahkan bahwa pariwisata di Sleman mesti mengusung konsep yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Sehingga kesan yang didapat oleh wisatawan menjadi baik. 

 Baca Juga: Rumah Petani di Gedangsari Gunungkidul Hangus Terbakar, Warga Gotong Royong Padamkan Api

Sementara itu, wisatawan dari Jakarta Septi Aminasari mengaku, lebih memilih berwisata ke Jeep Merapi. Hal ini karena dia mengaku tertarik dengan sejarah Gunung Merapi. 

"Saya juga yakin dengan keamanannya meski saat melakukan berbagai manuver," ucapnya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sisi Barat #pengembangan #dinas pariwisata #Pertanian #Konsep #Sleman #Minggir #community tourism #Seyegan #Gunung Merapi #tol #rintisan #Godean #barat #pekerjaan rumah #kapanewon #Sisi Timur #Moyudan #Timur #desa wisata #Utara #Sisi Utara #sektor pariwisata