SLEMAN - Sektor pariwisata masih ditopang oleh Sleman sisi timur dan utara. Sementara pengembangan di sisi barat masih jadi pekerjaan rumah bagi dinas pariwisata.
Hal ini selaras apabila melihat capaian kinerja dinas pariwisata pada 2024. Sebab destinasi favorit wisatawan nusantara masih seputar Candi Prambanan, Jeep Merapi, Kaliurang, Tebing Breksi, hingga Kaliadem.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, membagi kue pariwisata ini memang sebuah pekerjaan besar. Terlebih, Sleman sisi barat mayoritas merupakan wilayah pertanian berkelanjutan.
"Ini terkait tata ruang jadi tidak semudah itu," ucapnya.
Baca Juga: Dipastikan Bebas Lubang Jelang Lebaran, Seluruh Jalan Nasional di DIY Aman Dilewati Pemudik
Perlu diketahui, Sleman sisi barat sendiri terdiri dari beberapa wilayah. Meliputi Kapanewon Godean, Minggir, Seyegan, dan Moyudan.
Zayid menyebut, salah bentuk wisata yang paling memungkinkan adalah desa wisata. Namun, hal tersebut harus tumbuh dari keinginan masyarakat setempat.
"Perlu adanya pengembangan community tourism," ucapnya.
Menurutnya, pendirian desa wisata setidaknya membutuhkan waktu tiga sampai empat tahun. Apabila sebelum waktunya tokoh terkait tidak konsisten umumnya desa wisata rintisan akan redup kembali.
"Kuncinya memang ada pada pengurusnya," tambahnya.
Baca Juga: Kasus Ledakan Petasan selama Ramadan di Sleman, Mayoritas Korban Luka Anak-Anak
Meski demikian, pengembangan pariwisata di sisi barat ini memang semakin penting. Hal ini mengingat wilayahnya yang juga dilintasi oleh jalan tol. Sehingga, jangan sampai wilayah Bumi Sembada ini hanya jadi tempat perlintasan semata.
"Keberadaan tol ini harus jadi salah satu faktor pendukung," tegasnya.
Dia menambahkan bahwa pariwisata di Sleman mesti mengusung konsep yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Sehingga kesan yang didapat oleh wisatawan menjadi baik.
Baca Juga: Rumah Petani di Gedangsari Gunungkidul Hangus Terbakar, Warga Gotong Royong Padamkan Api
Sementara itu, wisatawan dari Jakarta Septi Aminasari mengaku, lebih memilih berwisata ke Jeep Merapi. Hal ini karena dia mengaku tertarik dengan sejarah Gunung Merapi.
"Saya juga yakin dengan keamanannya meski saat melakukan berbagai manuver," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita