Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus Ledakan Petasan selama Ramadan di Sleman, Mayoritas Korban Luka Anak-Anak

Gregorius Bramantyo • Jumat, 28 Maret 2025 | 03:54 WIB

 

 

Ilustrasi Petasan.
Ilustrasi Petasan.

SLEMAN - Polresta Sleman mencatat selama bulan Ramadan ini terdapat empat orang di Kabupaten Sleman yang mengalami luka akibat petasan. Mayoritas korbannya anak-anak.

Keempat orang korban itu berasal dari lima kasus ledakan petasan yang terjadi.

"Empat korban terluka karena petasan itu terdiri atas tiga anak-anak dan satu dewasa. Sebagian besar kasus ini terjadi pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu,”  ungkap Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun Kamis (27/3/2025).

Dia menyebut, sebagian besar insiden terjadi di wilayah hukum Polsek Sleman. Kasus pertama pada 15 Maret di Jalan Sanggrahan, Caturharjo, Sleman.

Seorang bocah kelas 4 SD berinisial RF mengalami luka pada wajah dan jempol kanan retak setelah terkena ledakan petasan saat bermain dengan temannya.

Seminggu berselang, pada 22 Maret, korban berinisial VRV, 13, mengalami luka bakar di tubuhnya.

Sekujur kaki dan pergelangan tangan kiri hingga jari-jarinya terkena bubuk mercon yang sedang dia racik terbakar.

Ledakan berikutnya mengenai korban berinisial NGF pada 22 Maret. Bocah 12 tahun itu mengalami luka di telapak dan punggung tangan kiri.

Bahkan ibu jari patah dan pembuluh darah jari telunjuk putus terkena ledakan saat bermain mercon di Tambakrejo, Tempel, Sleman.

Baca Juga: Dishub DIY Petakan Jalur Rawan Mudik Lebaran, Mulai Imogiri-Panggang, Clongop hingga Exit Tol Tamanmartani

Setelah dilakukan pendalaman, polisi mendapati bahwa bubuk petasan dibeli oleh seorang temannya melalui online seharga Rp 25 ribu per ons.

"NGF ini orang Caturharjo, Sleman saat kejadian bermain petasan di wilayah Tempel,"  jelas Kapolsek Sleman Kompol Khabibulloh.

Kejadian berikutnya pada Minggu (23/3/2025), di mana korban berinisial HR, 35, mengalami luka robek di jari tengah dan telunjuk hingga dasar tulang.

HR juga mengalami luka robek di jempol kanan dan telapak tangan akibat ledakan saat bermain mercon di Jalan Somokaton, Margokaton, Seyegan.

Polsek Sleman juga telah menerima penyerahan sebanyak tujuh remaja yang diduga bagian rombongan yang telah menyalakan petasan kembang api.

Saat dilakukan pengejaran oleh Sabhara Polresta Sleman, mereka juga kedapatan menyembunyikan petasan.

"Ketujuh remaja itu dilakukan pembinaan dan tiga  sepeda motor rombongan tersebut ditilang,” ujar Khabibulloh.

Sementara itu, Salamun mengimbau kepada para orang tua untuk mengawasi kegiatan anak-anaknya agar tidak berbuat pelanggaran maupun tindak pidana.

Dia menyebut, Polresta Sleman tidak akan mentoleransi segala jenis pelanggaran maupun tindak pidana.

“Intinya akan kami tindak tegas sesuai perundang-undangan yang berlaku," tandasnya. (tyo/laz)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Polresta Sleman #anak anak #korban luka #luka bakar #ledakan petasan