SLEMAN - Pengangguran maupun setengah penganggur di Kabupaten Sleman dapat mengikuti program padat karya. Honor yang diberikan bisa mencapai Rp 95 ribu per hari.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman Sutiasih menjelaskan, padat karya pada 2025 dilaksanakan di tujuh lokasi menggunakan pendanaan APBD. Tujuh lokasi tersebut ditentukan berdasar proposal yang masuk dan identifikasi lokasi oleh tim teknis.
"Harapannya dapat bermanfaat untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan," katanya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Berikan Rasa Aman Bagi Para Pensiunan
Lokasinya tersebar di berbagai wilayah Bumi Sembada. Mulai dari Padukuhan Mlakan, Sambirejo; Padukuhan Salam, Wukirsari; Padukuhan Jodag, Sumberadi; Padukuhan Jlegongan, Margorejo; Padukuhan Bayeman, Bangunkerto; Padukuhan Bedilan/Bolu, Margokaton; hingga Padukuhan Watuadeg, Jogotirto.
"Pelaksanaan dibagi dua tahap. Pertama pada Februari-April. Kedua September-November," tambah Sutiasih.
Menurutnya, padat karya adalah bentuk pemberdayaan masyarakat. Sifatnya sementara, tapi dapat dioptimalisasi dengan memberikan program ini pada sasaran yang tepat.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan dan Peluasan Dinas Tenaga Kerja Sleman Sumaryati menjelaskan, mayoritas pekerjaan berupa corblok jalan. Selain itu, pembangunan talut jalan dan saluran irigasi.
"Untuk satu program bisa menyerap 42 tenaga kerja. Bisa diikuti laki-laki, perempuan, bahkan difabel," katanya.
Sumaryati menyebut, pegawai negeri sipil, karyawan swasta tetap, hingga pensiunan tidak bisa mengikuti program ini. Rentang usianya juga diatur pada umur 18 sampai 65 tahun.
Sementara untuk honor mandor Rp 95 ribu, tukang Rp 90 ribu, dan pekerja Rp 85 ribu. “Itu per hari, minimal kerja lima jam. Selama 20 hari harus selesai proyeknya," bebernya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita