SLEMAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman telah memetakan adanya 15 jalur rawan kemacetan saat libur Lebaran. Salah satunya adalah exit tol fungsional Tamanmartani.
Kepala Dishub Sleman Arip Pramana menjelaskan, telah dilakukan berbagai manajemen rekayasa lalu lintas. Salah satunya dengan pengendalian lewat sistem Area Traffic Control System (ATCS) untuk simpang di jalan kabupaten.
"Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DIY untuk simpang di jalan provinsi," katanya.
Sementara untuk simpang di jalan nasional, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II DIY. Untuk penanganan langsung di lapangan disebut akan dilakukan oleh tim patroli dan tim pemelihara alat pengatur pengendali lalu lintas.
"Ada berbagai jalur rawan kemacetan lainnya. Misalnya simpang empat Tempel, simpang empat Beran, dan simpang empat Denggung," jelasnya.
Arip mengatakan, diprediksi ada 1,6 persen atau 2,3 juta orang yang akan melakukan perjalanan lintas dan dalam Provinsi DIY. Mobil pribadi sendiri masih jadi mode transportasi favorit para pemudik.
"Berbagai infrastruktur yang terkait perhubungan sudah disiapkan," katanya.
Dia menyebut ada empat jalur utama yang digunakan di Kabupaten Sleman. Mulai dari ruas Jogja-Sleman-Tempel, ruas Jogja-Prambanan, ruas Jogja-Wonosari, dan ruas Jogja-Wates.
Di sisi lain, akan dilakukan monitor patroli lalu lintas untuk jalur rawan kecelakaan. Baik itu di Jalan Wates KM 5, 7, 9; lalu Jalan Solo KM 1, 13, 10; serta Jalan Magelang KM 11, 14.
"Total personel kami yang terlibat sejumlah 75 orang," tambahnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Mulyanto menjelaskan, pembukaan exit Tol Tamanmartani ini bertujuan untuk memecah kepadatan di exit Tol Prambanan. Nantinya turut ada tim urai untuk pemantauan arus kendaraan di bawah tol.
"Kami juga antisipasi dengan menyediakan kendaraan derek bersama Jasa Marga," ungkapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita