SLEMAN - Retribusi Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman telah mencapai Rp 1,724 miliar hingga 28 Februari. Angka tersebut setara dengan 40,05 persen dari target retribusi pariwisata 2025 sebesar Rp 4,3 miliar.
Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, sektor pariwisata diharapkan menyumbang Rp 364,961 miliar dari total pendapatan asli daerah (PAD). Jumlah tersebut setara 25,51 persen dari total PAD sebesar Rp 1,431 triliun.
"Saat ini pariwisata telah menyumbang Rp 76,155 miliar atau setara dengan 20,87 persen dari target yang ditetapkan," ungkapnya.
Dari jumlah tersebut, penyumbang terbesar berasal dari sektor pajak. Proporsinya mencapai 98,21 persen atau Rp 74,794 miliar. Selanjutnya, ada retribusi sebesar 1,52 persen setara Rp 1,157 miliar dan pendapatan lain dengan proporsi sebesar 0,27 persen setara Rp 204 juta.
Sementara itu, jumlah pergerakan wisatawan mencapai 1.760.564. Didominasi pergerakan wisatawan nusantara sebesar 98,15 persen atau setara dengan 1.721.686 orang.
"Jumlah kunjungan ini setara dengan 20,89 persen target kunjungan yang ditetapkan pada 2025," tambahnya.
Zayid mengatakan, ada berbagai destinasi pariwisata pilihan para wisatawan. Mulai dari Candi Prambanan, Kaliurang, Ibarbo Park, dan Tebing Breksi.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebut, salah satu faktor penting dalam sektor pariwisata adalah membangun citra yang baik. Terlebih, persaingan dalam bidang ini semakin ketat.
"Sleman sendiri bersyukur memiliki banyak hotel dan restoran," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita