SLEMAN - Pengurus Masjid Safinatun Najah memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk mengisi berbagai kegiatan keagamaan.
Salah satunya melakukan latihan manasik haji yang diikuti oleh kalangan anak atau para santri saat mengaji di masjid.
Salah satu anggota divisi acara Ramadan Filia Kalila menjelaskan, ka'bah yang digunakan sederhana dibuat secara ringkas.
Sehingga, menggunakan alat pengeras suara yang biasa digunakan untuk latihan hadroh.
"Biasanya digunakan setiap malam Minggu. Lalu kami pakai saja," katanya saat ditemui di sela latihan manasik haji, Selasa (18/3/2025).
Meski begitu, ka'bah tersebut tetap dibuat semirip mungkin. Bentuk pengeras ditutup oleh kertas berwana hitam dan dilengkapi ornamen bertuliskan huruf arab berwarna emas.
Filia menjelaskan, kegiatan praktik ini bertujuan agar para santri bisa semakin paham mengenai rukun islam yang kelima ini.
Terlebih, sehari sebelumnya juga telah disampaikan materi yang mesti dipahami. "Jadi bekal kalau insyaallah besok mereka akan berangkat ke tanah suci," ucapnya.
Usia santri yang ikut serta sendiri cukup beragam. Dari yang masih duduk di bangku PAUD hingga SMP.
Ada berbagai praktik haji yang dilakukan. Baik itu berkeliling ka'bah sebanyak tujuh kali sembari berdoa atau yang disebut dengan tawaf hingga jalan-jalan kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan yang disebut sa'i.
Selain latihan ini, ada banyak kegiatan lain di masjid yang berlokasi di Kalurahan Maguwoharjo ini.
Salah satunya adalah pelatihan pembuatan kerajinan tangan lalu karya tersebut diberikan pada orang tua masing-masing santri.
"Ketika nuzulul quran kami juga akan menyelenggarakan pentas seni. Jadi orang tua bisa melihat anak-anaknya pentas," jelasnya.
Kegiatan mengaji pada bulan Ramadan dilakukan setiap hari. Untuk hari Minggu juga dilaksanakan outbound.
Di sini akan disediakan berbagai permainan pada setiap posnya. "Puncaknya nanti di malam takbir. Kami akan berkeliling menggunakan kereta mini," tambahnya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita