"Hasilnya yakin tujuh pertandingan terakhir bisa diamankan. Optimis tetap di liga satu," katanya saat ditemui pada Jumat (14/3) di Aula Lantai 3 Setda Sleman.
Dia menyebut salah satu yang akan dievaluasi adalah performa pemain.
Lantaran ada beberapa pemain yang tidak sesuai untuk bisa bermain di Liga 1 dan akan diganti.
"Saya bertemu Pak Rahmat. Ketika selesai Pak Agoes Projosasmito datang," tambahnya.
Harda turut mengatakan, akan sangat disayangkan sudah memiliki Stadion Maguwoharjo yang sudah direnovasi oleh pemerintah pusat. Namun, justru PSS Sleman turun kasta.
"Manajemen turut ikut membangun sport center yang direncanakan di Ngemplak. Itu menunjukkan keseriusan bahwa PSS Sleman harus tetap hidup," katanya.
Mantan Sekda Sleman ini juga menegaskan, sisa tiga laga kandang bisa dimainkan di Stadion Maguwoharjo. Disinggung soal Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dia mengatakan hari ini sedang dilakukan peninjauan lapangan.
"Target keluar SLF hari ini kalau bisa. Saya enggak seneng kalau kelamaan. Kalau semua terpenuhi kenapa tidak?" katanya.
Disinggung soal proses yang ternyata bisa dilakukan cepat dan mudah, Harda menyebut persoalannya memang sederhana. Namun, dia sendiri memang baru menjabat kurang lebih satu minggu.
Kepala UPTD Pengelolaan Stadion Maguwoharjo Sumali mengatakan, peninjauan lapangan untuk pembuatan SLF dihadiri oleh berbagai pihak. Misalnya, ahli dari UGM, DPUPKP, hingga Dinas Lingkungan Hidup.
"Ada catatan yang perlu ditindaklanjuti. Catatannya ada di manajemen konsultan," katanya.
Sementara itu, Kepala DPUPKP Sleman Mirza Anfansury menerangkan, proses pembuatan SLF sempat terkendala oleh situs SIMBG yang migrasi ke versi terbaru.
Dia menyebut situs tersebut sudah bisa digunakan meski belum maksimal.
"SLF tidak bisa keluar kalau tidak lewat sistem. Kalau nanti sistemnya terhambat kami telepon Jakarta," katanya. (del)
Editor : Bahana.