Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Muntahkan Enam Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur Maksimum 2 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 13 Maret 2025 | 12:20 WIB
Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu 18 September 2024 pukul 22.47 WIB terekam CCTV Jurangjero Kabupaten Magelang.   (BPPTKG)
Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu 18 September 2024 pukul 22.47 WIB terekam CCTV Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati Guguran lava sebanyak 6 kali ke arah barat daya (Kali Bebeng) sejauh maksimal 2000 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Rabu 12 Maret 2025 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Baca Juga: Menu pada Program Makan Bergizi Gratis Bukan soal Kenyang, tapi Terkait Angka Kecukupan Gizi

Angin bertiup lemah ke arah timur. 

Suhu udara 19.4-21.2 °C, kelembaban udara 90.2-94.5 %, dan tekanan udara 873.1-916.2 mmHg. 

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. 

Asap kawah tidak teramati. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

Baca Juga: Pangkas Ketimpangan Pembangunan, Ahmad Luthfi Upayakan Tarik Investor ke Jateng Bagian Selatan

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Akademisi UIN Sunan Kalijaga Tulis Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, Meneguhkan Toleransi dan Perdamaian bagi Semua

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kabupaten Magelang #kabupaten klaten #lava pijar gunung merapi #gunung merapi aktif #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi #kabupaten boyolali