SLEMAN - Seorang pemuda berinisial DS mengaku menjadi korban kejahatan jalanan atau klithih di Sleman pada Senin (10/3) dini hari. Namun dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui DS bukanlah korban klithih. Namun justru sengaja melukai diri sendiri. Polisi menyebut ada motif asmara yang melatarbelakanginya.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY AKBP Verena Sri Wahyuningsih mengatakan, informasi terkait adanya klithih itu adalah hoaks. Sebab, peristiwa atau fakta sebenarnya adalah pelaku menyayat tangannya sendiri.
“Karena permasalahan keluarga, bukan karena korban kejahatan jalanan. Kasus ini ditangani Polsek Turi, Polresta Sleman," ujarnya Senin (10/3).
Peristiwa dugaan kejahatan jalanan tersebut sempat viral di media sosial. Narasi yang diunggah dalam video di media sosial menyebut bahwa korban yang merupakan warga Tempel itu menjadi korban klithih di Jalan Turi, Padukuhan Kepitu, Kapanewon Sleman. Pelakunya disebut berjumlah enam orang yang semuanya bersenjatakan celurit. Korban juga sempat dibawa ke Puskesmas Tempel.
Polisi langsung gerak cepat menanggapi aduan dari masyarakat. Ketika peristiwa tersebut viral, polisi langsung melakukan penyelidikan.
Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata yang bersangkutan mempunyai permasalahan dengan keluarga. “Karena cintanya tidak direstui hingga nekat melukai diri,” kata Salamun.
Saat ini, DS tidak dijerat pasal ataupun ditahan. Sebab, DS tidak membuat laporan polisi terkait dirinya yang telah menjadi korban klithih.
Sementara itu, pengakuan palsu dari DS juga diklarifikasi langsung oleh DS melalui sebuah video. “Dengan ini menyatakan peristiwa yang saya alami sebagaimana pemberitaan media sosial Merapi Uncover adalah tidak benar," ujarnya.
DS mengatakan, yang terjadi pada dirinya adalah luka pada kedua tangan dan goresan pada leher yang dilakukan sendiri dengan cara menyayat. “Karena permasalahan keluarga yang saya hadapi. Bukan karena pelaku tindak pidana kejahatan jalanan," katanya. (tyo/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita