Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembiasaan Ibadah: Santri Lansia di Pesantren Ahsanu ‘Amala Targetkan Khatam Alquran Dua Kali Sebulan selama Ramadan dengan Metode Khusus

Delima Purnamasari • Rabu, 5 Maret 2025 | 03:38 WIB

 

BELAJAR: Kegiatan lansia di Pesantren Ahsanu
BELAJAR: Kegiatan lansia di Pesantren Ahsanu

SLEMAN – Datangnya bulan Ramadan disambut penuh kebahagiaan oleh berbagai kalangan, termasuk para santri lanjut usia (lansia) di Pesantren Ahsanu ‘Amala, yang menargetkan dapat khatam Alquran dua kali dalam sebulan.

Pesantren yang terletak di Blotan, Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, ini memiliki 33 santri lansia yang tinggal di pesantren.

Selain itu, ada 15 hingga 20 orang santri reguler yang tinggal di rumah masing-masing.

Pendiri Pesantren Ahsanu ‘Amala Sri Astuti menjelaskan, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meraih pahala dan meningkatkan ibadah, salah satunya dengan membaca Alquran.

“Ramadan adalah bulan Alquran, setiap satu huruf yang dibaca bernilai sepuluh kebaikan,” ujar Bu Reza, sapaan akrabnya, saat ditemui di pondok pesantren.

Dengan target khatam dua kali dalam sebulan, para santri lansia ini ditargetkan untuk membaca dua juz dalam sehari.

Untuk membantu mereka mengatasi kesulitan, Bu Reza memiliki metode khusus. “Bacaannya dikordinir, jadi tidak sendiri. Mereka yang terbata-bata bisa mengikuti,” ujarnya.

Metode ini melibatkan satu orang sebagai pemimpin bacaan, sementara santri lainnya mengikuti.

Jika bacaan reguler satu juz memerlukan waktu sekitar 45 menit, dengan metode ini, bacaan bisa berlangsung hingga 1,5 jam.

“Dengan cara ini, mereka yang memiliki bacaan panjang, pendek, atau masih belum tepat tajwidnya, bisa sekalian belajar,” tambahnya.

Bu Reza juga memberi kebebasan bagi santri yang belum lancar membaca Alquran. Mereka diberi waktu tambahan dan guru khusus untuk memperbaiki bacaan.

"Di sini programnya memang membuat pembiasan untuk ibadah. Waktunya benar-benar dijaga, enggak akan sempat gibah," tambahnya.

Para santri mengikuti kegiatan sejak pukul 02.30. Mereka menjalani salat tahajud, membaca Alquran, sahur, hingga mengikuti materi setiap harinya.

Bu Reza turut bercerita bahwa motivasinya dulu mendirikan pesntren ini adalah untuk ibunya. Dengan harapan ibunya bisa memiliki komunitas dan teman yang sama-sama bisa mengejar kebaikan.

"Harus ada nilai ibadahnya karena yang dikejar enggak boleh urusan dunia lagi, tapi bekal untuk dunia akhirat," tegasnya.

Di Ramadan kali ini dia berharap bisa membuat para lansia ini terbiasa dengan aktivitas membaca Alquran selama di pesantren.

Apabila sebelumnya membaca Alquran satu halaman saja sudah mengantuk, kini mereka sekali duduk bisa membaca satu juz.

"Pelan-pelan dibiasakan selama satu bulan. Ini juga sebagai cara untuk mencegah kepikunan," tambahnya. (del/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pesantren #membaca alquran #santri lansia #ramadan #ibadah ramadan #Khatam