Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merapi di Sleman Mengeluarkan 13 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur Maksimum 1.600 Meter

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 1 Maret 2025 | 13:14 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati 7 kali guguran lava lava ke arah Kali Bebeng, dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter. 

Teramati 6 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter. 

Teramati guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1.400 meter.

Semua kali di Gunung Merapi yang berada pada arah barat daya. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Jumat 28 Februari 2025 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung, dan hujan. 

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. 

Suhu udara 17.3-24.4 °C, kelembaban udara 88.9-93 %, dan tekanan udara 873.9-918 mmHg. 

Volume curah hujan 77 mm per hari. 

Gunung terlihat jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. 

Asap kawah tidak teramati. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL 3, ditetapkan sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. *

Editor : Iwa Ikhwanudin
#awan panas guguran #BPPTKG #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman