SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok, salah satunya gas elpiji 3 kilogram (kg) menjelang bulan Ramadan.
Dari hasil pemantauan, stok gas melon itu dipastikan aman.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman Raden Haris Martapa mengatakan, kuota gas elpiji 3 kg untuk tahun 2025 mencapai 15.891.667 tabung.
Jumlah ini mengalami peningkatan 14 persen dibandingkan 2024 yang berjumlah 13.961.333 tabung. ”Ya jumlahnya meningkat 14 persen," katanya.
Haris menjelaskan bahwa kekurangan pasokan gas subsiidi itu pada Februari ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya peningkatan kebutuhan akibat perayaan resepsi pernikahan, kendala cuaca yang menghambat pengiriman, serta dinamika kebijakan pemerintah pusat.
"Kondisi ini memengaruhi psikologis masyarakat dan menyebabkan terjadinya kepanikan untuk membeli," ujarnya.
Salah satu upaya untuk memastikan ketersediaan gas tersebut menjelang Ramadan, Pemkab Sleman telah melakukan sejumlah langkah, termasuk inspeksi mendadak. Fokus inspeksi adalah untuk mengecek penggunaan gas 3 kg di kalangan pelaku usaha non-mikro, yang dilarang menggunakannya.
Inspeksi dilakukan di beberapa restoran dan binatu yang berada di sepanjang Jalan Godean dan Jalan Kabupaten.
“Hasilnya, ditemukan 58 tabung gas LPG 3 kg yang kemudian ditukar dengan 29 tabung gas LPG 5,5 kg. Jumlah tersebut didapat dari 12 restoran dan dua binatu,” bebernya.
Selain itu, Haris memastikan bahwa stok gas elpiji 3 kg aman menjelang bulan Ramadan setelah melakukan tinjauan langsung di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Murni Makmur Sejahtera Ambarketawang.
Baca Juga: Sektor Jasa Keuangan DIY Tumbuh Positif di 2024: OJK Siapkan Empat Arah Kebijakan di Tahun Ini
Sementara itu, salah satu pengecer di Banyurejo Ramlan menyebut, mendapatkan jatah sepuluh tabung tiap seminggu sekali.
Tabung 3 kg tersebut dia jual ke masyarakat sekitar warungnya.
"Saya jual Rp 22 ribu dari harga Rp 20 ribu. Kasian pemakai kalau dinaikan," katanya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita