Untuk awal puasa sendiri Muhamadiyah telah menetapkan waktunya. Jatuh pada Sabtu (1/3).
Makanan sendiri direncanakan bisa dibawa pulang oleh para siswa. Sementara bagi yang tidak puasa bisa tetap mengonsumsinya.
Atas rencana tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut, kebijakan tersebut merupakan kewenangan dari Badan Gizi Nasional.
Mereka yang akan mengatur soal teknis lebih detailnya.
"Kami dari Kementerian Mendikdasmen itu sebagai penerima," katanya usai pelaksanaan acara Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di SMP Negeri 1 Turi, Rabu (26/2).
Untuk itu, dia menyebut akan mengikuti apa pun kebijakan yang ditetapkan. Baik itu akan dibawa pulang atau menggunakan mekanisme lainnya.
"Kami mengikuti apa pun yang jadi kebijakan. Untuk teknisnya bisa ditanyakan ke BGN," katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Caturtunggal Ridhlo Juan Alfanani menyebut belum mengetahui pasti soal mekanisme MBG saat Ramadan.
Dia masih menunggu informasi dari pemerintah pusat.
"Untuk petunjuk teknis belum keluar. Kami masih menunggu informasi dari pusat," katanya. (del)
Editor : Bahana.