SLEMAN - Akhir pekan ini sudah memasuki awal Ramadan. Tepatnya Sabtu (1/3). Bagi umat muslim, ada kesibukan tersendiri selama Ramadan. Terutama untuk menjalankan ibadah. Siang puasa, malam salat Tarawih.
Menyambut Ramadan kali ini, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman H. Sukamto SH kembali mewanti-wanti pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat yang menjalankan ibadah untuk meningkatkan keamanan di lingkungan masing-masing. Agar semuanya bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.
Tokoh senior Partai Golkar itu mengimbau umat muslim yang menjalankan salat Tarawih berjamaah di masjid atau musala untuk memastikan mengunci pintu rumah jika ditinggalkan semua penghuninya. Hal ini guna mengantisipasi dan mencegah tindak kriminalitas di rumah kosong. "Pastikan juga kompor sudah dimatikan. Juga kelistrikan rumah pastikan aman demi mencegah korsleting," ingatnya kemarin (25/2).
Bagi pemerintah, lanjut Sukamto, harus memastikan keamanan masyarakat di ruang-ruang publik. Terutama di pasar dan pusat perbelanjaan. Karena biasanya pasar dan pusat perbelanjaan akan dipadati pengunjung yang berbelanja kebutuhan Ramadan.
Berkaitan dengan komoditas kebutuhan pangan selama Ramadan, Sukamto berharap, pemerintah daerah andil dalam pengendalian harga. Supaya tidak terjadi lonjakan. Khususnya sembilan bahan pokok (sembako). Seandainya ada kenaikan harga pun, pemerintah perlu menjaga stabilitasnya.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, awal dan akhir Ramadan selalu terjadi kenaikan harga sembako. "Harga sembako memang fluktuatif. Tapi sekarang saja sudah ada beberapa komoditas yang naik harga," ungkap tokoh asal Margodadi, Seyegan.
Sukamto meminta pemerintah daerah menyiapkan skema pengendalian sejak sekarang. Agar jika kenaikan harga sembako mulai tak terkendali, pemerintah bisa segera mengambil langkah antisipatif. Misalnya dengan menggelar operasi pasar. Atau menyelenggarakan pasar murah di beberapa wilayah.
Selain pengendalian harga, stok sembako juga harus dipastikan aman. Menurut Sukamto, pemerintah daerah harus rutin melakukan pengawasan distribusi sembako dari hulu ke hilir. Mulai tingkat produsen sampai ke pasar.
Langkah tersebut penting demi mencegah aksi penimbunan sembako oleh pihak tertentu, yang akan menyebabkan kelangkaan produk dan lonjakan harga komoditas pangan. Dalam hal itu, pemerintah daerah harus menggandeng aparat penegak hukum. "Intinya pemerintah harus memastikan stok sembako aman dan menekan kenaikan harganya," pesan Sukamto.(yog)
Editor : Heru Pratomo