Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sleman M Arif Priyosusanto Akan Berdayakan Lansia supaya Hidup Lebih Sejahtera

Yogi Isti Pujiaji • Selasa, 25 Februari 2025 | 14:30 WIB
KHIDMAT: Kegiatan wisuda yang diikuti oleh enam sekolah lansia di Sleman Rabu (23/10/2024).
KHIDMAT: Kegiatan wisuda yang diikuti oleh enam sekolah lansia di Sleman Rabu (23/10/2024).

SLEMAN - Kabupaten Sleman terkenal kenyamanannya bagi kalangan pensiunan. Sebutan sebagai kota pensiun pun sangat masuk akal. Terlebih angka harapan hidup (UHH) di Kabupaten Sleman termasuk yang tertinggi di Indonesia. Pada 2024 mencapai 75,48 tahun. Angka ini bahkan lebih tinggi dari UHH Provinsi DIY yang sebesar 74,91 tahun.

Keberadaan para lansia cukup penting. Setidaknya, pengalaman hidup mereka bisa menjadi teladan bagi generasi muda.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sleman M Arif Priyosusanto SSi mengungkapkan, lansia masih bisa memberikan kontribusi untuk pembangunan Kabupaten Sleman. Di sisi lain, lansia membutuhkan aktivitas baru, yang mungkin berbeda dengan kesibukan mereka ketika masih usia produktif. Maka keberadaan para lansia perlu diberdayakan lagi. Dalam hal ini, pemerintah perlu membuat gerakan lansia. Guna menjaga gairah dan eksistensi lansia. "Supaya mereka tetap semangat beraktivitas sehingga tidak nglangut," tutur politikus Partai Gerindra itu kemarin (24/2).

Gerakan lansia, lanjut Arif, bisa berupa kegiatan positif yang arahnya untuk pembangunan Kabupaten Sleman. Disesuaikan dengan kemampuan sejauh mana mereka bisa berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Arif mengatakan, para pensiunan, baik mereka yang dulunya pegawai negeri sipil maupun swasta, tentu memiliki perjalanan hidup dan kemampuan, bahkan pemikiran, yang bisa ditularkan bagi generasi muda. Sesuai bidang masing-masing. "Itulah yang perlu diambil dari mereka," tegasnya.

Saat ini sudah ada posyandu lansia sebagai wadah bagi warga usia lanjut untuk saling bersilaturahmi atau beraktivitas sehari-hari. Namun itu saja belum cukup. Maka Arif mendorong terwujudnya sekolah lansia.

Sekolah lansia menjadi sarana bagi warga usia lanjut untuk belajar tentang hal-hal baru yang kekinian sekaligus berbagi ilmu dan pengetahuan/pengalaman mereka masing-masing. "Itu menjadi sarana bertukar pikiran. Baik antar sesama lansia juga dengan generasi muda," ungkapnya.

Menurut Arif, kegiatan sekolah lansia sangat bermanfaat bagi seluruh warga. Para lansia bisa menyalurkan ilmu dan pengalaman. Sedangkan generasi muda yang terlibat bisa menyerap ilmu dan pengalaman lansia dalam rangka melanjutkan pembangunan. 

 Arif berharap, rintisan sekolah lansia dibangun di tiap-tiap padukuhan. Siapa pun bisa bergabung. Saling memberikan manfaat satu sama lain dan lingkungan sekitar mereka. "Jangan ada anggapan  lansia tidak perlu terlibat karena faktor usia. Mereka justru perlu dimintai saran dan pendapat untuk mengisi pembangunan daerah," ujar tokoh masyarakat asal Maguwoharjo, Depok.

Selain itu, Arif mendorong Pemerintah Kabupaten Sleman ke depan bisa memiliki panti wreda sendiri. Fasilitas itu akan menjadi sarana bagi lansia untuk bersosial. Saling berinteraksi sesama. Itu terutama bagi lansia yang hidup sebagang kara. Karena anak-anak mereka sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Secara ekonomi dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kata Arif, para lansia itu mungkin masih berkecukupan. Tapi secara sosial sangat kurang karena tinggal sendirian di rumah. Sehingga sepintas mereka seolah-olah seperti orang terlantar. Padahal tidak. "Makanya mereka butuh sarana berkegiatan dan bersosial. Supaya awet urip. Dan keberadaan mereka tetap bermanfaat bagi masyarakat, " katanya

Di samping itu, panti wreda juga difungsikan untuk menampung lansia telantar yang tak berkecukupan ekonomi. Oleh karena itu, panti wreda harus dibiayai oleh pemerintah daerah guna menjamin kesejahteraan penghuninya. Baik dari segi kesehatan hingga makan dan minum sehari-hari para penghuni harus terjamin. Supaya para penghuni bukan hanya sejahtera tapi juga bahagia. "Yang perlu diingat, panti wreda bukan tempat 'pembuangan' lansia. Tapi penitipan," tegas Arif. (yog)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Komisi D #Ketua #lansia #panti wreda #partai gerindra #pensiunan #DPRD Kabupaten Sleman #generasi muda #M Arif Priyosusanto #Pembangunan Daera #Pemerintah Kabupaten Sleman #Kalangan #Kota Pensiun #Kabupaten Sleman