Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merapi Luncurkan 20 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat, Jarak Luncur Maksimum 1.800 Meter

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 19 Februari 2025 | 13:10 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati 20 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng, Kali Krasak dan Kali Sat) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Selasa 18 Februari 2025 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan. 

Angin bertiup tenang ke arah timur. 

Suhu udara 17.5-26.6 °C, kelembaban udara 74.3-99 %, dan tekanan udara 871.9-918.2 mmHg. 

Volume curah hujan 31 mm per hari. 

Gunung terlihat jelas, kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang, tebal dan tinggi 50-150 m di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran 113 kali; kegempaan hybrid/fase banyak 17 kali; dan kegempaan tektonik jauh satu kali. 

Baca Juga: Hati-Hati Melintas, Jalan Nasional Temanggung-Wonosobo Terancam Longsor Susulan

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman