SLEMAN - Ikan konsumsi jadi salah satu bahan pangan andalan Kabupaten Sleman. Jumlah produksi rata-rata setiap bulannya mencapai 4.600 ton.
Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Suparmono menjelaskan, ada 92 lokasi dengan berbagai variasi sistem pemancingan. Mulai dari kiloan, harian, borongan, hingga galatama.
"Dari kolam pemancingan ini ikan yang diserap konsumen bisa mencapai 4-8 ton per hari,” ucapnya.
Baca Juga: Jembatan Srandakan Lama Kembali Ambrol, Kini Kondisinya Terbagi Jadi Tiga Bagian
Pada tahun 2024 lalu produksi ikan konsumsi mencapai 55.347 ton. Terdiri dari nila, lele, gurame, bawal, dan jenis ikan lainnya.
Suparmono menilai, angka produksi tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan 1,12 juta penduduk Sleman. Terlebih, ada pula permintaan dari dari mahasiswa dan wisatawan yang datang.
Baca Juga: Mahasiswa Gelar Aksi #IndonesiaGelap, BEM KM UGM Turun ke Jalan
Meski demikian, dia menyebut ikan yang sampai pada konsumen diusahakan dapat tepat ukuran, harga, maupun kualitasnya. Hal ini berkaitan dengan adanya alur distribusi ikan.
Diawali dengan pembudidaya menampung ikan di kolam tampungan. Selanjutnya, pedagang akan datang untuk menyeleksi ikan sesuai ukuran yang diminta konsumen.
"Ukuran umum ikan yang diminta itu nila 4-6 ekor per kilogram, lele 7-10 ekor per kilogram, dan gurame 0,5 sampai 0,8 kilogram per ekor," jelasnya.
Dia juga menyebut di sektor hulu, Bumi Sembada telah memproduksi benih ikan. Jumlahnya pada 2024 mencapai 1,5 miliar ekor.
Sementara pada sektor hilir, dilakukan pembinaan unit pengolahan ikan (UPI) dengan standar kelayakan pengolahan. Jadi, ikan diolah menjadi berbagai produk, seperti tahu ikan, pangsit, hingga nugget ikan.
"Salah satu sentra pemasaran ikan adalah di pemancingan," tuturnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita