Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Imbas Efisiensi, Tiga Proyek Peningkatan Jalan di Kabupaten Sleman Dibatalkan

Delima Purnamasari • Senin, 17 Februari 2025 | 04:45 WIB

 

Plt Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman Suwarsono
Plt Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman Suwarsono

SLEMAN - Efisiensi berdampak signifikan pada program Pemerintah Kabupaten Sleman. Salah satunya adalah pembatalan tiga proyek peningkatan jalan.

Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Suwarsono menjelaskan, tiga proyek ini pendanaannya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Terdiri dari ruas jalan Mancasan Lor ke Mancasan Kidul sepanjang 700 meter dengan anggaran Rp 2,9 miliar. Lalu ruas Karangkalasan hingga Salakan 1.000 meter sebesar Rp 4,5 miliar. Serta ruas Marangan sampai Nglengkong 1.300 meter dengan nilai anggaran Rp 5,9 miliar.

"Peningkatan itu jalannya dilebarkan. Jadi kami cancel," katanya.

Suwarsono mengatakan, peningkatan ini dampaknya tidak akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Terlebih, anggaran untuk pemeliharaan rutin yang juga bersumber dari APBD tetap dilaksanakan.

Di sisi lain masih ada empat proyek peningkatan jalan yang tersisa. Pertama simpang empat Umbulharjo, Cangkringan senilai Rp 400 juta. Kedua, Jalan Ngawen Kenteng sebesar Rp 4,8 miliar. Ketiga, Jalan Kaliduren hingga Sumber sebesar Rp 5,8 miliar. Terakhir, Jalan Padon Minggir sebesar 3,9 miliar.

"Jadi peningkatan jalan di tahun ini 3,11 kilometer. Tahun 2024 peningkatan jalan 6,31 kilometer," bebernya.

Sementara itu, Plt Kepala BKAD Sleman Tina Hastani mengatakan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) turut terdampak efisiensi ini. Rata-rata setiap OPD terpotong hingga 35 persen. "Ada berbagai program terdampak. Termasuk pertemuan di hotel dan perjalanan dinas," katanya.

 

Terpisah, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto mengatakan, dampak bagi sektor perhotelan akan cukup terasa lantaran potongan anggaran perjalanan dinas. Dalam kondisi ini dia menekankan pentingnya kolaborasi. "Target pasarnya agak digeser dulu. Jadi dampaknya bisa diminimalkan," katanya. 

Kus menyebut, perhotelan di Sleman bisa menyasar universitas. Utamanya pada agenda wisuda, dies natalis, hingga temu alumni. "Universitas di Sleman ada banyak. Ketika wisuda pasti banyak yang datang dari luar," tambahnya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#peningkatan jalan #Dinas Pariwisata Sleman #Sleman #BKAD Sleman #mancasan #Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman #DPUPKP #efisiensi #pembatalan #Pemerintah Kabupaten Sleman #proyek #program #anggaran pendapatan dan belanja daerah #APBD #Anggaran