Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Luncurkan 19 Kali Guguran Lava Pijar ke Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Sat/Kali Putih, Jarak Luncur Maksimum 1,6 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 15 Februari 2025 | 18:26 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati 19 kali Guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Krasak,Kali Bebeng, Kali Sat/Putih,dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Jumat 14 Februari 2025 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, mendung, dan berawan. 

Angin bertiup tenang, lemah, sedang ke arah timur. 

Suhu udara 17.1-27.3 °C, kelembaban udara 73.9-99 %, dan tekanan udara 871.1-916.8 mmHg. 

Volume curah hujan 66 mm per hari. 

Gunung terlihat jelas, kabut 0-III, dan kabut 0-II. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang dan tinggi 25 m di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran 131 kali; kegempaan hybrid/fase banyak 35 kali; dan kegempaan tektonik jauh tiga kali.

Baca Juga: Tottenham Hotspur vs Manchester United, Ruben Amorim Akui Memiliki Tenanan Yang Lebih Besar Dibanding Ange Postecoglou

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman