Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral di TikTok Siswa Diusir Tak Boleh Ikut Ujian karena Kurang Bayar, SMK Nasional Berbah Buka Suara

Delima Purnamasari • Rabu, 12 Februari 2025 | 20:22 WIB

Proses mediasi persoalan pengusiran siswa saat ujian
Proses mediasi persoalan pengusiran siswa saat ujian
SLEMAN - Seorang siswa diduga diusir tidak boleh mengikuti ujian karena memiliki tunggakan pembayaran. Atas persoalan ini, SMK Nasional Berbah buka suara.

Persoalan ini mencuat lewat unggahan akun TikTok @rizna_77. Dalam video yang telah disukai sebanyak 4.220 ini menyebutkan siswa diusir, padahal sudah berada di ruang ujian.

Siswa tersebut mengaku orang tuanya tidak memiliki kemampuan lagi untuk membayar tunggakan dan kini terpaksa putus sekolah.

Ayah siswa terkait Ariwantoko mengatakan, tunggakan putranya sebesar Rp 14,8 juta. Utamanya adalah tunggakan SPP.

"Waktu kejadian anak saya bilang memang disuruh keluar. Waktu itu anak saya langsung pulang," jelasnya setelah proses mediasi pada Rabu (12/2).

Ariwantoko menjelaskan, berdasarkan hasil mediasi anaknya akan diikutkan dalam ujian susulan pada Kamis (13/2). Dia juga berharap bisa dibantu terkait kekurangan pembayaran ini.

"Tadi dari sekolah tanggapannya bagus dan diterima. Saya puas," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMK Nasional Berbah Edy Muchlasin menjelaskan, persoalan sudah diselesaikan. Dia menegaskan informasi video di TikTok banyak yang tidak pas.

"Tidak ada pengusiran. Semuanya sudah selesai," katanya sembari berlalu pergi dan tidak mau diwawancarai lebih lanjut oleh media.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman Wanto yang turut hadir dalam mediasi menuturkan, persoalan ini hanya sebatas miskomunikasi.

Dari sekolah tidak melarang siswa untuk mengikuti ujian.

"Sudah diklarifikasi dan ada kesepakatan bersama," katanya.

Terkait tunggakan siswa, dia menyebut akan dibantu dari dewan. Total ada tiga siswa yang memiliki kekurangan.

"Tunggakan, kekurangan, dan ijazah yang belum terambil akan kami upayakan," katanya.

Ke depan pihaknya akan melakukan pengawasan pada semua sekolah. Sehingga, kejadian semacam ini tidak terulang lagi.

"Kalau terjadi, anak bangsa akan seperti apa nanti," tandasnya. (del)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Sleman #Siswa #tik tok #SMK Nasional Berbah