SLEMAN - Pemangkasan anggaran pemerintah berpotensi mengganggu sektor perhotelan. Atas kondisi ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengarahkan para pelaku usaha untuk menggeser target pasar.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto mengatakan, dampak bagi sektor perhotelan akan cukup terasa lantaran potongan anggaran perjalanan dinas. Dalam kondisi ini dia menekankan pentingnya kolaborasi.
"Target pasarnya agak digeser dulu. Jadi dampaknya bisa diminimalkan," katanya.
Kus menerangkan, perhotelan di Sleman bisa menyasar universitas. Utamanya pada agenda wisuda, dies natalis, hingga temu alumni.
Baca Juga: Usai Pukul Istrinya Pakai Linggis, Agus Prasetyo Mengaku Sempat Nonton Voli
"Universitas di Sleman ada banyak. Ketika wisuda pasti banyak yang datang dari luar," tambahnya.
Menurutnya, perhotelan bisa membuat paket-paket tertentu yang sesuai. Bisa juga mengembangkan fasilitas bernuansa kebudayaan yang lekat dengan Yogyakarta. "Kami akan bantu promosi. Dalam waktu dekat kami juga akan mengajak bertemu para pelaku hotel ini," jelasnya.
Baca Juga: Pede Tak Telan Kekalahan Ke-13, Mazola: Saya Datang Bukan untuk Curi Uang PSS
Harapannya, pendapatan dari sektor perhotelan tidak menurun. Begitu pula dengan target belanja maupun length of stay dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman sendiri.
"Jadi ketika nanti keadannya sudah normal, pendapatannya justru lebih meningkat. Dari perjalanan dinas maupun universitas," jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala BKAD Kabupaten Sleman Tina Hastani mengatakan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) turut terdampak efisiensi ini. Rata-rata setiap OPD terpotong hingga 35 persen.
"Ada berbagai program terdampak. Termasuk pertemuan di hotel dan perjalanan dinas," katanya. (del)