Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keracunan Massal di Sleman, Polisi Periksa Penyedia Makanan Siomai dari Katering yang Sama

Gregorius Bramantyo • Rabu, 12 Februari 2025 | 02:56 WIB
Evakuasi warga yang keracunan massal di acara hajatan Kapanewon Tempel Minggu (9/2/2025)
Evakuasi warga yang keracunan massal di acara hajatan Kapanewon Tempel Minggu (9/2/2025)

 

SLEMAN – Polresta Sleman menemukan adanya penyedia makanan yang sama dalam dua kasus keracunan massal di Sleman. Namun, penyebab pasti keracunan massal itu masih menunggu hasil uji laboratorium.

Ada lebih dari 100 orang yang dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan usai menghadiri hajatan pernikahan di Padukuhan Krasakan, Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, Sleman, Sabtu (8/2/2025) malam. Puluhan orang di Kapanewon Mlati, Sleman juga dilaporkan mengalami kejadian serupa dalam sebuah acara arisan di hari yang sama.

Baca Juga: PSIM Jogja Tandang ke Kandang Deltras FC, Erwan: Targetnya Jelas, Promosi Liga 1!

Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan, pihaknya telah memeriksa delapan orang saksi dalam kasus dugaan keracunan massal di Tempel. Mereka yang diperiksa adalah pihak katering, penyelenggara hajatan pernikahan dan korban. Polisi telah mengamankan sampel makanan, termasuk siomai, untuk dilakukan pengujian laboratorium.


“Kurang lebih delapan saksi. Semua penyelenggara sudah kami periksa. Penyedia makanan sudah kami periksa semuanya, termasuk beberapa korban yang sudah sehat kami periksa juga," kata Edy kepada wartawan di Mapolresta Sleman, Selasa (11/2/2025).

Polresta Sleman terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Dari penyelidikan sementara, Edy menyebut ada satu jenis makanan yang sama dari kedua kejadian keracunan itu, yakni siomai yang disuplai oleh sebuah usaha katering rumahan.
Baca Juga: Mengenal Bayu Prastowo, Anak Tukang Tambal Ban Berhasil Kembangkan Bisnis Digital Shitum Studio

“Menurut penyampaian dari penyedia siomai, mereka membuat tiga pesanan di hari itu (Sabtu, 8 Februari 2025), yakni di Tempel satu lokasi (hajatan) dan di wilayah Mlati ada dua titik,” jelas Edy.

Selain di Tempel, kasus keracunan massal terjadi di Perum Sleman Permai, Sanggrahan, Mlati, warga yang sedang mengadakan pertemuan pada Sabtu (8/2/2025) mengalami gejala keracunan setelah menyantap siomai. Sebanyak 36 orang dilaporkan mual, diare, pusing, muntah, hingga sesak napas.

“Yang di Mlati lokasi kedua untuk sementara ini belum ada laporan lanjutnya,” ujar Edy.
Dia mengatakan, dari pemeriksaan polisi, pihak katering mengaku memesan bahan baku pembuatan siomai dari orang lain.
 
Baca Juga: Festival Vokasi Satu Hati 2025 Siapkan Talenta Muda Masuki Era Elektrifikasi

Edy belum bisa menjelaskan lebih detail terkait penyebab keracunan itu. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Sebab, polisi kini masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan tersebut. 

Bukan hanya siomai, sampel makanan yang dikirim ke laboratorium juga termasuk bakso dan lainnya. Butuh waktu tujuh hari untuk mengetahui hasil pemeriksaan laboratorium.

"Kejadian ini sudah masuk KLB, semua dilibatkan termasuk BBPOM. Kami masih menunggu hasilnya. Kalau nanti ternyata tiba-tiba sengaja atau bukan sengaja, pasalnya berbeda," ujar Edy.
 
Baca Juga: BPBD DIY dan BMKG Tegaskan, Efisiensi Anggaran Tak Pengaruhi Informasi dan Layanan Mitgasi Bencana

Sebelumnya, keracunan massal terjadi di Padukuhan Krasakan, Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, Sleman. Ratusan orang mengeluh demam hingga diare usai menghadiri hajatan di kampung tersebut. Mereka diduga keracunan makanan yang disantap saat hajatan. Dari data per Senin (10/2/2025), korban keracunan siomai di Tempel ada 151 orang.

Kasus lainnya terjadi di Kapanewon Mlati. Puluhan orang diduga keracunan setelah menyantap hidangan siomai pada Sabtu (8/2/2025). (tyo)
 
Editor : Heru Pratomo
#uji laboratorium #Sleman #polresta #keracunan #Hajatan #Siomai #tempel