Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dugaan Penganiayaan Siswa SD Negeri Tlacap, DP3AP2KB Kabupaten Sleman Lakukan Hal Ini

Delima Purnamasari • Rabu, 5 Februari 2025 | 21:40 WIB

Pembahasan dugaan penganiayaan oleh sekolah dan DPRD Kabupaten Sleman
Pembahasan dugaan penganiayaan oleh sekolah dan DPRD Kabupaten Sleman
SLEMAN - Salah satu siswa SD Negeri Tlacap, Pandowoharjo, Kapanewon Sleman diduga mengalami penganiayaan.

Atas persoalan ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman berikan pendampingan.

Kasus ini sendiri mencuat lewat unggahan akun Facebook bernama Tirza Nethania Kumaseh dalam grup Info Cegatan Jogja (ICJ).

Dalam unggahan tersebut dia menuliskan anaknya mengalami penganiayaan dan pihak sekolah menutupi kasus ini.

Saat dikonfirmasi, Tirza mengatakan penganiayaan terjadi di kantin sekolah. Dia menyebut pelakunya ada empat orang.

Salah satunya bertindak untuk mengawasi keadaan.

"Saya samperin di lokasi itu tidak ada CCTV. Saksi kejadian tidak ada," ucapnya.

Dia menyebut, anaknya sering dimintai uang. Apabila tidak diberi maka akan dipukuli.

Pemukulan pada 27 September 2024 bahkan membuat kepala putranya benjol besar.

"Saya ini seorang ibu, masak iya saya mengada-ada," ucapnya.

Tirza mengatakan, putranya yang duduk di kelas tiga tersebut juga mengalami patah tulang hidung.

Kekerasan pada hidung ini sudah berulangkali terjadi, tetapi anaknya baru mengakui setelah dilakukan CT Scan.

"Dia ngomongnya belakangan. Setelah cek itu baru jujur," ucapnya.

Dia mengatakan, pihak sekolah dan dirinya memang sudah berdamai. Namun, belum dengan para pelaku.

Tirza juga menyayangkan karena sekolah tidak memberikan rekaman CCTV maupun mempertemukannya dengan para pelaku.

"Saya tetap mengharapkan keadilan dan akan menuntut hukuman untuk pelaku. Termasuk sekolah dan guru karena menutupi," tegasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman Wildan Solichin menjelaskan, kasus ini sedang dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian.

Wildan hanya menyebut, siswa terkait berubah-ubah penjelasannya dan berbeda keterangan dengan sang ibu.

"Pelaku belum bisa dipastikan. Nanti kepolisian yang akan menerangan persoalan ini," ucapnya saat ditemui Rabu (5/2).

Sementara pihaknya, sudah melakukan pendampingan pada sang anak. Dia mengatakan anak saat ini masih bersama ibunya.

"Rencananya kami akan lakukan pendampingan pada ibunya. Kemungkinan ada beban psikologis juga," ucapnya.

Saat ditanya kondisi sang anak, Wildan membenarkan kalau sempat mengalami patah tulang hidung dan telah dioperasi. Sementara terkait cedera kepala belum ada bukti pasti.

"Biayanya diampu oleh Bapeljamkesos. Keluarga tidak menanggung sama sekali," katanya.

Sementara itu, pihak sekolah sempat melakukan pembahasan soal kasus ini bersama dengan DPRD Sleman pada Kamis (30/1) lalu. Kepala SD Negeri Tlacap Sukirman menegaskan, kejadian terjadi di luar sekolah.

Sukirman menjelaskan, atas laporan ini pihaknya telah melakukan pengecekan CCTV. Selain itu, turut meminta keterangan dari para siswa dan siswa terkait.

"Tidak diketemukan seperti yang dituduhkan," katanya saat itu. (del)

Editor : Bahana.
#penganiayaan siswa #Sleman