SLEMAN - DPRD Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mendukung program kunjung perpustakaan. Sebab agenda milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman ini merupakan strategi untuk menumbuhkan minat literasi.
Kegiatan ini sendiri ditujukan bagi siswa taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Nantinya mereka akan disediakan layanan jemput untuk mengunjungi perpustakaan daerah Sleman. Selanjutnya, berkunjung ke museum.
Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda menjelaskan, kegiatan ini penting untuk menumbuhkan semangat wawasan kebangsaan para siswa. Harapannya mereka jadi bangga dan nantinya bisa ikut berkontribusi bagi bangsanya.
"Menumbuhkan semangat kebanggaan itu yang paling penting," katanya dalam pembukaan layanan kunjung perpustakaan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Selasa (4/2/2025).
Dia menyampaikan, hal terpenting adalah anak-anak bisa menikmati dahulu program ini. Ketika sudah menyukai maka akan jadi kenangan yang baik. Hal tersebut dilakukan sembari meningkatkan wawasan mereka. "Minat itu harus ditumbuhkan dan nanti pasti menular," katanya.
Ganda menilai, pemerintah harus bisa membaca hal-hal yang disukai oleh para siswa. Selanjutnya, menyiapkan sarana dan anggarannya. "Anggaran akan kami dorong. Perpustakaan juga tidak mungkin berdaya tanpa anggaran," tambahnya.
Di sisi lain, perbaikan museum sebagai sarana literasi juga telah dilakukan. Salah satunya adalah Museum Gunung Merapi. "Jadi, siapa pun bisa tahu akan sejarahnya. Mereka bisa bangga," tambahnya
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Abu Bakar mengatakan, akan mengoptimalisasi perpustakaan digital. Hal ini merupakan solusi karena belum adanya anggaran untuk membangun perpustakaan fisik.
"Tentu harapan kami perpustakaan tidak hanya berisi buku. Tapi foto, arsip, sampai mini teater," jelasnya.
Kepala Muspusdirla Kolonel Sus Komaruddin mengatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan untuk memberikan pelayanan terbaik. Harapannya para pengunjung bisa mengetahui lebih banyak soal sejarah di museum.
"Lobi utama kami telah ada sistem digitalisasi informasi sejarah. Jadi cukup tekan tombol maka informasi akan tersaji," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita