Menurutnya, dapur yang terletak di Jl. Kaliurang km 5,8 ini panas dan perlu direnovasi.
Qodari menyebutkan, telah berkunjung ke beberapa SPPG. Namun, baru kali ini dia menemukan dapur dengan kondisi panas seperti ini.
"Harus ada pengaturan ruang sirkulasi. Ini bersifat teknis harus direncanakan dari awal," katanya.
Dia mengatakan, renovasi perlu dilakukan agar ada perubahan kondisi. Sementara itu, desain di wilayah lain juga perlu dilakukan antisipasi akan hal serupa.
"Jadi ada perubahan agar dapurnya tidak panas seperti sekarang," katanya.
Sementara itu, terkait menu yang disediakan dia menyebut hampir sama dengan daerah lain. Kualitasnya juga relatif standar.
"Memang lebih pada penataaan tempat dan peralatan yang lebih bagus. Itu jadi pekerjaan rumah ke depan," jelasnya.
Qodari menambahkan, peran sektor swasta jadi besar sekali pada program MBG ini. Selain karena sudah tersebar di seluruh Indonesia, juga adanya kompetensi dan skill dari pelaku.
Di sisi lain, program MBG ini bisa turut mengembangkan UMKM. Utamanya untuk menyediakan bahan baku. Misalnya, sayur, ikan, ayam, dan daging.
"Penting sekali semua elemen ikut terlibat agar perkembangan makan bergizi ini bisa bertambah banyak dan kualitasnya juga baik," katanya.
Sementara itu, Kepala SPPC Caturtunggal Ridhlo Juan Alfanani membenarkan kondisi dapur yang panas. Menurutnya, kondisi ini memang sedikit mengganggu proses produksi makanan.
"Ini masih bisa teratasi. Tapi pengennya pasti ada perbaikan. Jadi makin lama makin membenahi," ucapnya. (del)
Editor : Bahana.