Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Luncurkan Tujuh Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur Maksimum 1.800 Meter

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 4 Februari 2025 | 13:43 WIB
Healing di Kopi Merapi dengan pemandangan Gunung Merapi yang mempesona.
Healing di Kopi Merapi dengan pemandangan Gunung Merapi yang mempesona.

SLEMAN - Teramati tujuh kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Bebeng dan Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Senin 3 Januari 2025 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung. 

Angin bertiup tenang ke arah timur. 

Suhu udara 19.7-27.4 °C, kelembaban udara 63.2-96.6 %, dan tekanan udara 871.4-915.7 mmHg. 

Gunung kabut 0-I, kabut 0-II, kabut 0-III, jelas. 

Asap kawah tidak teramati. 

Terjadi kegempaan guguran 65 kali; kegempaan low frekuensi dua kali; kegempaan hybrid/fase banyak 17 kali; dan kegempaan vulkanik dangkal satu kali. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2025. 

Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Masih Pede meski Tiga Kali Tak Menang, Mazola: Kami Masih di Atas Zona Degradasi

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #Erupsi Merapi #Kabupaten Sleman #guguran lava #lava pijar