SLEMAN - Pengundian lapak Pasar Godean dilakukan mulai Senin hingga Jumat (3-7/1).
Di sini para pedagang mengeluhkan hanya diberi nomor lapak tanpa mengetahui lokasi pasti mereka akan berdagang.
Hal ini lantaran di tiap-tiap lapak belum diberi tanda nomor. Sehingga, pedagang tidak bisa mencocokkan nomor yang diterima dengan lokasi lapak.
Salah satu pedagang Hamdan Permadi mengatakan, khawatir apabila nantinya ada perubahan lokasi dari yang seharusnya.
Dia mempertanyakan bagaimana dinas bisa memastikan tidak ada permainan dalam penentuan lokasi lapak ini.
"Kami khawatir orang dalem ada kenalan tertentu lalu nanti komunikasi dan memesan tempat," ujar pedagang kelontong ini Senin (3/1).
Saat mengeluhkan hal tersebut, para pedagang ditunjukkan gambar pemetaan melalui layar LCD. Hamdan berharap gambar tersebut bisa dibagikan pada para pedagang.
"Jadi ada keterbukaan. Tapi tidak dilakukan dan hanya ditampilkan saja," katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang yang lain Kurnianto Mulyadi. Selain soal lokasi pasti, dia juga mengeluhkan soal pedagang yang memiliki lebih dari dua lapak. Mereka tidak bisa mendapat nomor yang urut sehingga lokasinya berbeda.
"Lapak tidak bisa jadi satu. Undiannya itu ambil satu-satu nomornya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Raminta menegaskan, tidak ada permainan apa pun dalam pengundian lapak Pasar Godean ini.
Rencana lokasi lapak sudah ada dan nomor yang didapat digunakan sebagai pegangan.
"Kami pastikan tidak akan ditukar. Kami adil. Tadi juga ada saksi dari Polsek dan Babinsa," jelasnya.
Raminta menuturkan, belum adanya nomor di setiap lapak merupakan upaya antisipasi jika ada pedagang yang pindah secara mandiri ketika mengetahui lokasi lapaknya.
Hal ini merupakan upaya untuk mencegah pertikaian antara pedagang.
"Pedagang nanti pindah serentak dengan komando dari dinas," tegasnya.
Soal pedagang yang punya lebih dari satu lapak, Raminta menegaskan kalau lokasinya pasti berjejer. Asalkan sebelumnya telah melakukan konfirmasi.
"Kalau belum konfirmasi, ya bisa jadi enggak jejer," katanya.
Di rencanakan di lantai satu nanti akan diisi oleh 90 kios dan 501 los. Sementara lantai dua dengan 96 kios dan 509 los. Terakhir, lantai tiga 195 los dan 456 plataran. Dengan demikian, total ada 1.837 lapak.
Raminya menjelaskan saat ini Pasar Godean juga tengah dilakukan pemeliharaan. Misalnya, soal kebocoran atau kerusakan ringan yang sebelumnya telah dilaporkan.
"Untuk waktu pindahnya pedagang kapan, kami belum bisa bilang," tandasnya. (del)
Editor : Bahana.