SLEMAN - Penerima program pelayanan darah di Sleman gratis (Ladamanis) pada 2024 mencapai 5.796 orang dengan 23.857 kantong darah. Untuk itu, PMI Sleman berharap anggaran program ini dapat ditambah.
Ketua PMI Sleman Mafilindati Nurani menjelaskan, dana hibah biaya pengganti pengolahan darah (BPPD) melalui Dinas Kesehatan Sleman untuk program ini telah terserap seratus persen pada bulan September 2024 lalu. Jumlahnya mencapai 16.000 kantong.
Dia menyebut penerimanya adalah pasien-pasien yang membutuhkan transfusi. Baik itu karena penyakit akut, tindakan operatif, hingga penyakit kronis.
Baca Juga: Seratus Hari Kerja Pertama Wali Kota Magelang Terpilih Damar Prasetyono Akan Bersih-Bersih Sungai
"Ini sesuai harapan untuk membantu pembiayaan kesehatan masyarakat," katanya.
Mafilindati berharap, Pemerintah Kabupaten Sleman dapat menjadikan program Ladamanis ini sebagai prioritas. Sehingga, pada 2025 ini ada alokasi tambahan untuk dana hibah tadi.
"Program ini juga telah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui Kemenkes RI," katanya.
Mafilindati turut menjelaskan, sepanjang 2024 Unit Donor Darah (UDD) PMI Sleman telah memproduksi sebanyak 24.039 kantong darah. Untuk memenuhi permintaan darah sebanyak 35.601 kantong, PMI Sleman masih mengandalkan bantuan dari UDD lain sebanyak 11.562 kantong.
"Jadi dapat dikatakan setiap bulan masih kekurangan 1.000 kantong darah," tegasnya.
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo menjelaskan, PMI adalah organisasi kepercayaan masyarakat. Anggotanya bekerja secara profesional dengan prinsip kemanusian. "Saya harap PMI Sleman dapat terus bekerja dengan baik dan efektif," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, tantangan ke depan memang semakin kompleks. Untuk itu, penting adanya kolaborasi antara pemerintah, PMI, swasta, dan elemen masyarakat.
"Saya harap PMI Sleman senantiasa berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita